Gallery

Kamis, 02 Februari 2012

Prof Quraish dan Sirah Nabi Saw

Sirah Nabi Salla Allah ‘alaih wa sallama

Prof M. Quraish Shihab baru saja melaunching karya teranyarnya dengan judul: Membaca Sirah Nabi ‘an dan Hadis-Hadis Shahih, 2011.  Buku ini merupakan hasil telaah dan penghayatan selama bertahun-tahun oleh penulisnya. Saya yakin karya ini tentu unik dan mendalam. Unik karena ditulis oleh seorang mufassir kawakan di Asia Tenggara, yang dikenal sebagai ahli tafsir al-Qur’an dan bukan latar belakang pendidikan sejarah Islam. Dan mendalam, sebab Prof Quraish dikenal sebagai seorang sarjana muslim yang dikenal memiliki penguasaan turath/khazanah intelektual Islam klasik yang sangat luas dan mendalam.
Banyak hal yang baru yang diurai dalam buku baru ini, antara lain:

1.       Shalawat Badar, thala’a al-badr ‘alaina; min thaniyyat al-wada’I, wajaba al-syukru ‘alaina; ma da’a li Allah da’in, ayyuha al-mab’uthu fina, ji’ta bi al-amri al-mutha’i….dst. ternyata shalawat ini didendangkan oleh masyarakat Madinah, pria dewasa, perempuan dan anak-anak, ketika Nabi Saw dan sahabatnya baru saja pulang dari perang Tabuk. Dan bukan ketika Nabi Saw hijrah dari Mekkah ke Medinah sebagaimana selama ini dipahami. Sebab, perjalanan dari Mekkah ke Medinah tidak melewati daerah Thaniyyat al-wada’i. tapi perjalanan dari Tabuk ke Medinahlah yang melewati wilayah Thaniyyat al-Wada’i. di sinilah pentingnya kita menekuni Athlas al-Hadith. Dari sini, kita dapat memahami letak geografis suatu wilayah. Buku yang ditulis oleh Dr Syauqi Abu Khalil, Athlas al-Hadith al-Nabawy min al-Kutub al-Shihah al-Sittah: amakin, aqwam-un, 2003) sangat penting untuk kita telaah lebih lanjut.
2.       Ke-ummy-an Nabi Muhammad Saw dijadikan senjata oleh para orientalis sebagai kelemahan beliau. Hal ini, terlepas dari konteks masyarakat yang mengitari beliau. Padahal, ummy—tidak tahu baca-tulis dan mengandalkan hapalan itulah kekuatan baginda Nabi Saw. Sebab di tengah masyarakat yang Ummy, orang yang cerdas adalah mereka yang memiliki hafalan yang kuat. Bukan bagi mereka yang memiliki banyak catatan. Sehingga, ada orang tertentu, yang menyembunyikan catatan-catatannya karena takut ketahuan tidak zaky—idiot? ( Lihat Franz Rosental, Technic and………. Etika Kesarjanaan Muslim,….).
3.       Ayat-ayat Gharaniq, sebagai fiktif. Yang biasaya dijadikan oleh Monggomery Watt sebagai ayat-ayat setan…mungkin juga ayat ini menjadi salah satu ayat yang menginspirasi Salman Rusydi untuk menulis novel: The satanic Verses yang sangat controversial itu. 
4.       …..
Tentu saja tidak mudah melahirkan tokoh sekalibur Prof Quraish. Ia memiliki karya magnum opusnya, Tafsir al-Mishbah yang terkenal itu. Melalui kegiatan dan pertemuan akademik seperti ini kita dapat…
Bojong Gede, 20 September 2011.

2 komentar:

A.M mengatakan...

Saya ingin mengomentari buku sirah Nabi Menarik jika ditelusuri ke-ummy-an nabi, petanyaannya apakah makna ummy yang kita pahami selama ini sama dengan ummy yang dialami oleh nabi, dan kalau memang nabi betul2 ummy mengapa Tuhan memerintahkan untuk membaca kepada orang yang ummy (tidak bisa baca tulis)

Kholil RM mengatakan...

seringkali beda bahasa beda pengertiannya...
ummy tidak identik dengan tidak-bisa baca-tulis. Demikian juga qara'a - yaqra'u - qiro'ah tidak identik dengan membaca (tulisan). orang yg sedang qira'ah blm tentu sambil baca tulisan.
Banyak hikmah dari ke-ummy-an nabi saw, diantaranya jika beliau pandai tulis dan baca maka bisa dijadikan sasaran kritik oleh kaum musyrikin bahwa alqur'an tsb nanti dianggap karangan beliau. wallahu a'lam