Gallery

Jumat, 20 Oktober 2017

Tafsir Sayyid Quthub

Sayyid Quthub: Tafsir Gender Sayyid Quthub dikenal sebagai aktifis pergerakan Islam politik. Ia adalah seorang tokoh Ikhwan al Muslimin yang sangat berpengaruh di Mesir dan dunia. Ia bahkan ditengarai inspirator sejumlah gerakan terorisme modern. Jamal Abdul Nasser menuduhnya ingin menggulingkan pemerintahannya. Sayyid Quthub memang bercita- cita mendirikan negara Islam, tetapi belum ditemukan bukti yang kuat bahwa Quthub akan menggulingkan Jamal Abd Nasser. Quthub akhirnya wafat di tiang gantungan pada tahun 1966. Mengenai gerakan dan aktifitas politiknya sudah banyak sarjana yang mengkaji pemikiran beliau. Bahkan Tafsir Fi Zhilal al- Qur'an ditengarai sebagai tafsir haraky waqi'iyah, tafsir bercorak pergerakan politik. Hal yang menarik adalah kajian Dr Halimah, Dosen UIN Alauddin Makassar yang membahas pemikiran gender Sayyid Quthub. Beberapa kesimpulan disertasi Dr Halimah dapat dicatat sebagai berikut: 1. Perempuan boleh bekerja di luar rumah. Dengan syarat, mereka tetap menutup aurat dan memang pekerjaan tersebut sangat dibutuhkannya untuk menopang kehidupannya. 2. Hukum waris sebagaimana digariskan dalam al-Qur'an adalah yang terbaik. Bahwa ketentuan pembagian harta waris 2:1 adalah sudah tepat dan berkeadilan. Bahwa anak laki- laki mendapatkan dua bagian lebih banyak dari anak perempuan memang sudah sesuai dengan prinsip al- tawazun wa al-'adl. Sebab, anak laki- laki menanggung beban kekuarga yang lebih berst ketimbang anak perempuan. Pandangan Sayyid Qutuhub ini barangkali didasarkan pada kultur bangsa Arab. Bahwa kalau seorang ayah meninggal dunia, maka seluruh tanggung- jawab keluarga diambil- alih oleh anak laki- laki. Tanggung jawab dimaksud termasuk finansial. Jadi kalau ia memiliki saudara perempuan lima, maka tanggung jawabnya meliputi kelima- limanya meskipun si anak laki- laki tadi sudah berkeluarga. Sampai saudari perempuannya menikah. 3. Kesaksian perempuan diterima dalam hal saksi jual- beli. Yakni 2:1. Dengan didasarkan pada kaidah hukum, al- hukm yaduru ma'a al- 'illat wujudan wa 'adaman. 4. Tafsir Surah al- Nisa' ayat 1.....bahwa manusia tercipta dari nafsin wahidatin, dari diri yang satu, Sayyid Quthub sama sekali tidak menyinggung riwayat tentang asal- usul manusia dari Adam dan Hawa. Quthub lebih menekankan bahwa penghormatan kepada perempuan karena berasal dari ayah dan ibu yang sama. 5. Tafsir Fi Zhilal al- Quran termasuk tafsir bi al- ra'yi. Quthub sering mengandalkan pemikirannya sendiri. Quthub tidak banyak mengutip pandangan mufassir modern apalagi tafsir- tafsir klasik. 6. Yang mengejutkan adalah Dr Halimah menyimpulkan bahwa tafsir Sayyid Quthub tentang gender termasuk tafsir yang moderat. Sayyid Quthub selama ini ditengarai sebagai skripturalis sebagaimana para aktifis Ikhwan al Muslimin lainnya ternyata lebih banyak menggunakan ra'yu ketimbang hadis atau pandangan ulama terdahulu. 7. Tentang poligami, Quthub berpandangan bahwa itu adalah rukhshah, diberi kemudahan dan kelonggaran bagi laki- laki yang mampu berlaku adil. Ada tiga argumen yang diajukan Quthub. a. Karena jumlah perempuan lebih banyak. b. Karena layak menikah datipada terjatuh pada perbuatan zina. C. Menimah dengan tidak sembunyi- sembunyi, nikah sirri. Argumen lain ynag diajukan adalah masa produktifitas laki- laki lebih panjang daripada perempuan. Perempuan rata- rata memasuki usia manupouse pada umur 50 tahun. Sementara laki- laki bisa sampai umur 70 tahun. Jadi ada jarak 20 tahun masa produktifitas seorang laki- laki. Jarak 20 tahun ini adalah peluang bagi laki- laki untuk melakukan poligami. Demikian penjelasan dalam kitab al- Salam al- 'alamy wa al Islam, Islam dan Perdamaian Dunia, terbit tahun 1960. Pembahasan yang sama juga dijelaskan oleh Nushair Zirwaq dalam kitabnya Maqashid al-Syari'at fi Fikr Sayyid Quthub. Ada sekitar 25 buku karya Sayyid Quthub yang dicetak. Beberapa di antaranya yang menarik menjadi bahan kajian: a. Ma'alim fi al- Thariq, 1964. Kitab ini tergolong tipis tetapi dianggap memengaruhi aktifis dan gerakan radikal di seluruh dunia. Sewaktu saya berkunjung ke Shana' a Yaman, saya menyelinap masuk ke markas Islam garis keras. Saya masuk ke perpustakaan mereka dengan maksud agar bisa melihat langsung, kitab- kitab apa yang mereka baca setiap harinya. Saya melihat ada beberapa kitab yang dibaca, antara lain: Kitab Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah, dan karya- karya lainnya, kitab Ma'alim fi al- tharieq, kitab Tafsir Fi Zhilal al- Quran, kitab Nashiruddin Al- Albany. Saya juga melihat ada Tafsir Ibnu Jarir al- Thabary. Tafsir al- Thabary, saya kira tafsir standar siapa pun yang melihat tafsir bi al- ma'tsur. b. Al-'Adalah al- Ijtima'iyah fi al- Islam, 1949. Kitab ini berbicara tentang keadilan sosial dalam Islam. Ada bab yang cukup provokatif yang membahas sahabat nabi dan relasi harta. Bab ini mebahas daftar kekayaan para sahabat Nabi yang selama ini diteladani oleh mayoritas umat Islam. Kita terkaget- kaget membaca bab ini. Barangkali karena kitab inilah sehingga Sayyid Quthub biasa dituduh sebagai orang yang menghujat sahabat Nabi. Kesimpulannya, sahabat juga "doyang" mengumpulkan harta- harta. Bahkan ada sahabat yang memiliki rumah mewah dan tanah yang sangat luas. c. Muqawwimat al-Tashawwur al-Islamy d. Naqd al- adaby e. Tashwir al- Fanni fi al- Qur'an, 1949 f. Mashahid al- Qiyamah fi al- Qur'an, 1954. g. Islam wa Musykilat al- Hadharah, 1962. h. Tafsir Ayat al- Riba I. Muhimmat al- Sya'ir fi al Hayah j. Amrika min al- Dakhil bi- minzar. k. A Child Village, Anak dari Desa. l. The Islamic Concept and it'a charactheristics. m. Basic Principles of Islamic Worldview n. The Sayyid Quthub Reader: selected writings on politics, religion, and society oleh Albert J. Bergesen, Routledge, 2007. o. Karya yang terkait lainnya adalah yang ditulis Shalah Al Fattah Khalidi, Sayyid Quthub Min al- Milad ila al- Istisyhad yang memuat biografi Quthub sampai wafatnya di tiang gantungan. Ada lagi kitab yang ditulis Khalidi, dengan judul al- Madkhal fi Tafsir fi Zhilal al- Qur'an, pengantar untuk tafsir Fi Zhilal al- Quran. Dengan kitab ini kita bisa memahami peta pemikiran Quthub. Ada lagi kitab Manhaj al- Haraky fi Dzilal al- Qur'an. Kitab ini memuat metode tafsir al- haraky dalam Tafsir Fi Dzilal al- Qur'an. Di sana dibahas Manhaj al- Jamali, seni dan keindahan, dan manhaj al-fikri, pemikiran. Wal hasil, Quthub memang sarjana muslim yang kontroversial. Quthub selalu menjadi kenangan bagi pergulatan pemikiran politik Islam. Quthub telah wafat di tiang gantungan, tetapi pemikirannya tetap hidup di hati umat.

Kata-Kata Bijak

Kata-kata Bijak 1. Kita harus bergantung pada kekuatan dalam diri sendiri. 2. Kita tidak bisa meramalkan takdir, tapi kita bisa menemukannya dengan berlari kencang. 3. Ketika kehidupan menjatuhkanmu, kamu harus memilih, bangkit atau tetap tergeletak ( dari Film Karate Kid). 4. Kegagalan tidak akan pernah terjadi pada anda, jika tekad anda untuk sukses cukup kuat. 5. Peluang itu seperti matahari terbit. Jika menunggu terlalu lama, Anda akan kehilangan mereka ( Arthur Ward, 1921-1994, penulis Amerika). 6. Selalu bersemangat pasti bisa dan berani bermimpi besar ( Merry Riana, Milyarder). 7. Inovasi bagi saya adalah memberi nilai tambah bagi konsumen ( Marry T Barra, CEO General Motors).

Jumat, 15 September 2017

Average is Over.....

Tyler Cowen menulis buku inspiratif dengan judul: Average is Over, Powering America beyond the age of the Great Stagnation, 2013. Hal yang biasa-biasa saja sudah berakhir. Kita harus mengembangkan keilmuan yang distingtif. Dalam kaitan ini, Tyler mengajukan beberapa pandangan, antara lain: 1. Relearning Education. One goal of better education is to procure better earnings. Satu tujuan pendidikan yang berkualitas adalah mengarahkan peserta didik untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Pendidikan harus menyiapkan peserta didik untuk pencapaian ini. Para mahasiswa sedari awal sudah bisa melakukan plan of prosperity. Mereka sejak menginjakkan kaki di kampus harus sudah diarahkan untuk bisa merancang rencana hidup yang sejahtera. Dalam kontek ini pula perguruan tinggi, semestinya para mahasiswa diajarkan " global dexterity", ketangkasan global. Sehingga. mereka kelak tidak canggung dengan orang luar. Dalam situasi apa pun mereka dapat berinteraksi produktif. Mereka bisa mendongakkan kepala sejajar dengan bangsa lain. Itulah sebabnya, sehingga mereka harus dibekali dengan kemampuan bernegosiasi. Cross cultural studies juga diajarkan kepada para mahsiswa, apa pun program studi yang ditekuninya. Sebagai "warga dunia", kita sesungguhnya sudah menjadi "pekerja pada tingkat dunia" ( a global worker) -- meminjam istilah Andy Molinsky dalam bukunya Global Dexterity, (2013). Tidak ada lagi kualitas lokal. Tidak ada lagi toleransi untuk menawar standar akademik. Meskipun kita berada di daerah, kualitas harus tetap dijaga. Jangan sampai perguruan tinggi melahirkan sarjana ├┐ang tidak bisa bunyi". Ada gambar, tetapi tidak ada suara. Tugas insan Kampus harus memperbanyak jumlah middle class society. Sebab, negara yang maju dan tangguh adalah negara yang memiliki populasi middle class lebih banyak. Semakin banyak jumlah "kelas menengah" sebuah negara, maka semakin maju dan kuatlah negara tersebut. itulah sebabnya, kita sangat sulit menandingi Amerika, Kanada, dan Singapura. Sebab, negara-negara ini memiliki jumlah kelas menengah yang banyak. Jumlah entrepreneur negara Amerika sekitar 12%. Mindset mahasiswa harus berubah menjadi mentalitas pengusaha. Tidak semata- mata menjadi pegawai negeri sipil. Mahasiswa juga harus memiliki skill set. Keterampilan yang memadai harus menjadi prasyarat untuk bisa bersaing dengan angkatan kerja. Walhasil, untuk mencapai semua ini, maka mesin-mesin intelektual harus berfungsi. 2. New higher education models. Kita membutuhkan model pendidikan tinggi yang baru. We have entered revolutionary time. Kita sedang berada pada era revolusi. We live in extraordinary times, kata Bill Gates. Kita sedang hidup dan memasuki masa yang luar biasa. Perubahan demikian cepatnya terjadi. Chaotic era. Era yang karut marut. Informasi berseliweran. Untuk sukses dibutuhkan fokus. Sedikit saja menoleh, maka kita kehilangan kesempatan. Di kampus kita sedang berhadapan dengan New students. Mahasiswa yang maha terkonek (hyperconnected). MarkZuckerberg dengan facebooknya telah mengubah tatanan dunia global. Koneksitas. Silaturahim sudah berubah menjadi bertemu secara on line. Sehingga lahirlah Facebooker society. Masyarakat facebook. Masyarakat berubah dengan lifestyles yang baru. Manusia baru. Bertemu tetapi tidak bergaul terutama di kereta api, di bus, di pesawat, dst. 3. The end of average science. Era sekarang adalah Spesialisasi. Bahkan Hyperspecialization. Seperti dokter ahli ayam. Ada dokter Anak ayam betina. Ada dokter ahli Anak ayam jantan. Dokter ahli saraf. Dokter ahli jantung. Dokter ahli telinga kanan dan kiri, dan seterusnya. Kita tidak boleh lagi menjadi Syeikh Sagala. Semua serba tahu. Tahu banyak dalam sedikit. Tahu sedikit dalam banyak. Spesialisasi menjadi sangat penting.

Minggu, 03 September 2017

Nasehat Kematian

Adalah Ahmad ibn Hamid al Aswad datang kepada Ahmad ibn al- Mubarok. Aku bermimpi, engkau akan meninggal satu tahun lagi. Barangkali engkau akan bersiap- siap untuk keluar dari dunia. Ibn al- Mubarok berkata: setahun adalah waktu yang terlalu lama. Dalam hal kematian, aku sangat menyukai syair Abu Ali al Saggaf: Wahai yang tercekam rindu karena perpisahan panjang. Bersabarlah, siapa tahu engkau esok bertemu sang Kekasih. Jadi bagi sufi, kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Sehingga kita harus menghindarinya. Kematian justeru pintu untuk bertemu dengan Sang Kekasih. Kematian adalah sesuatu yang sangat dirindukan.

Rindu Rasjidi

Prof H.M. Rasjidi adalah seorang sarjana muslim Indonesia yang tangguh. Beliau memiliki tradisi akademik timur tengah dan barat. Sedari kecil sudah hafal al- Quran 30 juz. Lahir di Kota Gudeg Yogyakarta. Beliau pernah tinggal di Mesir dan Kanada. Dan hal yang menarik, beliau mengambil program doktoralnya di Sorbonne University. Sorbonne University adalah universitas tua yang merupakan tempat belajar dan mengajar para orientalis. Prof Rasjidi juga adalah Menteri Agama RI yang pertama. Untuk mengenang jasa beliau, di Kemenag sekarang ada sebuah Aula yang diberi nama H.M. Rasjidi. Setiap membaca buku dan pikiran Prof Harun Nasution, saya selalu teringat H.M. Rasjidi. Dua buku laris karya Prof Harun Nasution dikritik habis Prof Rasjidi. Buku Filsafat dan Mistisisme Islam dan Islam ditinjau dari berbagai aspeknya. Sayang sekali, Prof Harun Nasution tidak memberikan bantahan atau komentar terhadap kritik H.M Rasjidi tersebut. Barangkali karena ketawadhuan beliau kepada H.M. Rasjidi sebagai mentor yang telah mengarahkan Prof Harun Nasution untuk mengambil studi doktoralnya di McGill University, Canada. Prof Harun ke Kanada atas jasa Prof Rasjidi. Atau barangkali karena Prof Harun sudah menyadari bahwa Prof Rasjidi tidak perlu ditanggapi karena beliau berbeda perspektif dalam masalah- masalah yang disampaikannya. Energi positif kita lebih baik diarahkan kepada hal- hal produktif demi kemajuan dan pembaruan pemikiran keagamaan di Indonesia. Saya tergelitik cara Prof Rasjidi mengkritik siapa pun yang dianggap melenceng. Dan saya kira tradisi akademik seperti ini juga perlu dilestarikan. Salah satu kritik Rasjidi yang menarik perhatian saya adalah ketika beliau mengkritik Dr Karel A. Steenbrink. Karel menulis penelitian serius lewat bukunya: Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19. Prof Rasjidi memberi tiga catatan, sebagai berikut: 1. Syarat untuk menulis sejarah adalah penghayatan atau intuisi--meminjam istilah Bergson, filosof Prancis. Yakni sikap bersatu dengan apa yang ditulisnya. Dalam hal ini kami merasakan kekuarangan ini. .....karena pengarang--Dr Karel-- pada dasarnya adalah seorang sarjana theologi Kristen. Cara penyajiannya terhadap peristiwa-peristiwa penting seperti Perang Diponegoro, Perang Padri dan Perang Aceh tidak dapat diterima dengan rasa puas, ibaratnya hidangan nasi goreng yang lezat tetapi banyak gabah yang tercampur dengan nasi. 2. Kita harus ingat bahwa sejarah adalah science conjecturale, pengetahuan dugaan, artinya kebenaran sejarah tidak seperti kebenaran ilmu eksperimental. Sejarah selalu mengandung unsur jiwa penulisnya, sedang matematika dan ilmu eksperimental mengandung kepastian yang sangat besar. 3. Abad ek-19, Indonesia belum mengetahui pengetahuan-pengetahuan modern sama sekali. Seluruh bangsa- bangsa Islam hidup dalam kungkungan kitab-kitab yang tertulis pada zaman stagnasi pemikiran. Demikian kritik Prof Rasjidi. Tajam dan tetap memegang kaidah- kaidah akademik. Itulah sebabnya, sehingga Prof Rasjidi biasa disebut sebagai "Benteng pertahanan Umat". Dulu, kita berharap tradisi kritik demikian itu dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Kita berharap banyak Ridwan Saidi--budayawan-- dan Dr Daud Rasyid bisa melanjutkannya. Tetapi ternyata tidak bisa melakukan hal yang sama. Tradisi kritik itu hanya berakhir pada era H. M Rasjidi.