Gallery

Kamis, 14 Februari 2013

Marah

Dalam kitab al-Muwaththa' karya Imam Malik r.a disebutkan bahwa seorang sahabat datang kepada Nabi shalla Allah 'alaih wa sallama. Sahabat tersebut meminta nasehat singkat kepada Nabi. Ya Rasul Allah, beritahukanlah saya sesuatu yang sangat bermakna dalam hidup saya, tapi jangan terlalu banyak. Sedikit saja. Jawab Nabi: la taghdlab! Jangan marah. Suatu waktu, seorang kawan bertamu ke rumah saya dan beserta dengan mertuanya. Mertua sahabat saya itu termasuk sudah berumur, tapi tidak ada tanda-tanda pada dirinya mengidap penyakit "orang tua". Beliau makan tak berpantang. Lalu, saya penasaran. Dan saya tidak sabaran untuk segera mengajukan pertanyaan kepada beliau. Rupanya beliau jarang marah. Sabar itulah, dan menahan marah itu adalah rahasia sehat beliau. Beliau berprinsip, menjalani hidup apa adanya. Mengalir seperti air. Sesungguhnya, ada banyak penyakit kronis bukan karena faktor makanan atau kurang olah raga saja. Justeru sabar adalah kunci sehat. Jarang marah itulah kunci sehat beliau. Orang kalau lagi marah pasti tekanan darah tidak beraturan. Suasana emosi juga tidak terkendali. Di situlah sumber penyakit. Sangat boleh jadi, seseorang yang pengidap penyakit kronis, mungkin saja karena pengaruh suasana atau tekanan bathin yang terus menerus menderanya. Ada penyakit jantung kronis, liver, diabetes, atau gagal ginjal, mungkin penyebabnya bukan hanya secara fisik tapi juga secara non-fisik. Di situlah perlunya zikir dan do'a. Do'a, zikir dan wirid dapat mengubah "takdir". Wa Allah a'lam.

Tidak ada komentar: