Gallery

Senin, 21 Mei 2012

Hakim Sanai

Hakim Sanai (w.1131 M) pernah berkata: If you wish for a pearl You must leave the desert And wander by the sea And even if you never find The gleaming pearl, at least You won’t have failed to reach the water Jika engkau menginginkan sebuah mutiara Maka engkau harus meninggalkan gurun pasir Dan berangkatlah mengarungi lautan Dan ketika engkau tidak menemukan Kilauan mutiara, maka setidaknya Engkau tidak kesulitan mendapatkan air. Pada kesempatan Hakim Sanai berkata: Jangan mencela orang-orang tarekat, lebih baik perbaikilah dirimu. Engkau memiliki pengetahuan dan agama yang keliru jika engkau membelakangi Realitas (al-haqq). Manusia sering melilitkan jaring bagi dirinya. Sementara seekor harimau (manusia tarekat) menghancurkan kandangnya. Mankind is asleep, living in a desolate world. Sebetulnya manusia tertidur, dan hidup dalam dunia yang terpencil. Mengenai “kesadaran” (awakening) Sanai bersenandung: While mankind remains mere baggage in the world It will be swept along, as in a boat, asleep. What can they see in sleep? What real merit or punishment can there be? Hakim Sanai, Hadiqat al-Haqiqah wa syari’ah al-thariqah—ditulis pada tahun 1131 M ( The Walled Garden of Truth, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh D. L. Pendlebury, London: Octagon Press, 1974) Hakim Sanai adalah seorang sufi yang hidup abad ke-11 di Gazna, sebuah kota modern sekarang di Afganistan. Beliau juga sebagai guru spiritual Jalaluddin Rumi. Wa Allah a'lam.

Tidak ada komentar: