Gallery

Minggu, 18 November 2012

Imam Bonjol

Pada tanggal 11 Nopember 2012, saya berkesempatan untuk berziarah ke makam Imam Bonjol di desa Lota, Pineleng, Minahasa. Saya tidak pernah membayangkan bagaimana Imam Bonjol yang namanya dikenang sebagai salah seorang pahlawan nasional itu diasingkan Belanda di sebuah desa terpencil. Saya berpikir betapa sulitnya Imam Bonjol menjalani kehidupan kesehariannya di pengasingan tersebut. Saya tanya masyarakat setempat, berapa umat Islam di desa ini? Sekitar 37 orang, jawabnya Bu Ainun dan Pak Nurdin, penjaga makam Imam Bonjol. Bu Ainun mengaku sebagai keturunan keempat penjaga makam Imam Bonjol. saya tidak pernah habis pikir, mengapa penjajah Belanda "membuang" Imam Bonjol ke Minahasa. Daerah terpencil, juga di tengah komunitas yang bukan muslim. Ada yang mencoba berpendapat bahwa hal itu dimaksudkan untuk menjauhkan Imam Bonjol dari komunitasnya di Sumatera Barat. Ada juga yang berargumen bahwa agar Imam Bonjol dapat tertarik kepada perempuan Minahasa yang terkenal "cantik-cantik". agar beliau dapat bergeser dari keyakinan dan tekadnya selama ini yang memusuhi Belanda. Wa Allah a'lam

Tidak ada komentar: