Gallery

Sabtu, 29 September 2012

Pembibitan Dosen

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam via Direktorat Pendidikan Tinggi Islam menyelenggarakan program pembibitan alumni. Program ini dimaksudkan untuk menjaring bibit unggul calon dosen muda yang nantinya akan dikirim ke luar negeri. Calon dosen muda ini akan "dikarantina" selama beberapa bulan belajar bahasa asing dan metodologi. Bahkan juga akan diberikan materi tentang komunikasi antar budaya. Materi yang terakhir inijuga sangat penting untuk memuluskan proses belajar cados di manca negara. Dalam ujian dan wawancara ada cerita-cerita unik yang ditemukan Tim Penguji. Ada peserta yang menjawab bahwa motivasi dia mau belajar keluar negeri adalah untuk ziarah dan dekat dengan maqam Rasulullah shalla Allah 'alaih wa sallama. Ada juga yang tidak tahu mau mengembangkan bidang keilmuan tertentu. Karena latar belakang pendidikan strata satunya tidak menekankan pentingnya spesifikasi bidang keahlian. Ada juga yang sudah memiliki kemampuan bahasa asing yang memadai. Untuk yang terakhir inilah yang menjadi target panitia agar yang bersangkutan dapat segera dikirim ke luar negeri. Ada calon peserta yang sedang mengambil pendidikan Strata dua dalam negeri. Yang ini masih berharap lulus ujian dan bercita cita melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Ternyata semangat untuk menimbah ilmu ke luar negeri masih tinggi. Pertanyannya kemudian adalah apakah kualitas pendidikan tinggi di negara masih rendah sehingga belum menjadi kebangaan bagi anak bangsa. Ataukah di luar negeri setidaknya akan memperlancar bahsa asing, belajar budaya progresif, dan juga mengarungi pertarungan hidup. Tentu ada banyak kisah suka duka menuntut ilmu di luar negeri. Ada kawan yang mengaqmbil program filsafat di Inggris. Semula ia hampir frustasi ketika menyodorkan paper kepada professornya. Sebab, sang professor sangat mengharapkan keotentikan suatu tulisan. Berulang kali papernya dicoret dan diminta untuk diperbaiki. Pengalaman seperti ini tentu sangat berbeda dengan tradisi kepenulisan di dalam negeri. Semoga

Tidak ada komentar: