Gallery

Senin, 21 April 2014

Prof. M. Nuh

Prof Nuh adalah Menteri Kemendikbud sekarang. Sebelumnya, Prof. M.Nuh adalah rektor Institut Teknologi Surabaya. Beliau dikenal sebagai seorang santri. Prof. Nuh sebagai pribadi yang rendah hati. Beliau dalam menjaga kebugaran tubuhnya sering main badminton dengan sopirnya. Beliau juga sering melontarkan ide kontroversial, seperti perubahan kurikulum 2013. Kurikulum yang holistik-integratif. Saya baru saja membaca buku beliau yang sesungguhnya catatan lepas dan sebagiannya dalam bentuk artikel. Buku tersebut dengan judul: Menyemai Kreator Peradaban, Renungan tentang Pendidikan, Agama dan Budaya (2013). Buku ini menarik perhatian saya karena merupakan buah tangan asli Prof. M. Nuh. Buku ini sarat dengan renungan yang mendalam dengan contoh-contoh sufi dan kaum bijak bestari. Di antara kisah-kisah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Suatu waktu Nabi shalla Allah 'alaih wa sallama sedang menikmati hidangan daging unta. Tiba-tiba ada salah seorang sahabatnya yang melepas angin (kentut). Para sahabat tentu mencari-cari siapa yang kentut. Nabi bersabda: Barang siapa yang telah memakan daging unta, hendaklah ia berwudhu'. Dengan cara demikian, Nabi telah menutupi malu sahabatnya yang kentut tadi. Para sahabat tidak tahu siapa yang sesungguhnya yang telah buang angin tadi. Demikianlah. nabi shalla Allah 'alaih wa sallama menutupi "aib" sahabatnya dengan cara yang sangat bijak. Tidak penting mencari-cari siapa yang kentut. Karena sangat boleh jadi orang tersebut tidaklah sengaja. Tetapi hal tersebut terjadi karena sangat terpaksa. Perlu kearifan dalam menyikapi sebuah kesalahan. 2. Siapa yang menanam, pasti akan menuai. Alkisah, seorang raja yang arif bijaksana. Sang raja memiliki tiga pembantu. Sang raja ingin menguji kejujuran ketiga pembantunya itu. Hai para pembantuku, mulai hari ini kumpulkan buah yang berkualitas paling baik. Pembantu yang paling jujur, segera memanjat pohon dan mengisinya dengan buah yang berkualitas tinggi untuk dipersembahkan kepada raja. Pembantu yang satunya, mengisi karungnya sebagian buah yang bagus, dan karung yang satunya diisinya dengan belum matang. Sedang pembantu yang ketiga, karena kemalasan dan ketidakjujurannya, ia mengambil batu, pasir dan rumput untuk mengisi karungnya. Keesokan harinya, mereka melaporkan karung masing-masing kepada raja. Karena raja banyak kesibukan, dan tidak sempat memeriksa satu per satu karung pembantunya. Raja memerintahkan mereka bertiga masuk penjara, dan membawa serta karung masing-masing. Demikianlah perumpamaan alam kubur. Alam kubur ibarat penjara. Semua orang akan membawa karung masing-masing. Pembantu yang jujur dan bekerja keras, tentu akan menikmati buah manis yang telah lama dikumpulkannya. Demikian pula sebaliknya, orang yang tidak jujur, malas, dan sering menipu tentu hanya akan menderita sesuai dengan amal perbuatan masing-masing. 3. Allah Swt pasti akan menepati janjinya. Syahdan, seorang yang mendambakan isteri cantik dan shalelah. Setiap hari berdo'a kepada Allah agar dikaruniai isteri yang cantik, taat, kaya dan shalehah. Bahkan untuk mencapai cita-citanya itu, ia pun menunaikan ibadah umrah. Di hadapan ka'bah ia bersimpuh dan dengan khusyuk melantunkan do'a agar mendapatkan isteri cantik, patuh, kaya dan shalehah. Setelah itu bergegas keluar masjidil haram ke tempat pemondokannya. Di tengah jalan, ia dikejar dan digigit anjing. Darah berkucur. Dan ia pun dibawah ke rumah sakit. Dia dirawat oleh seorang gadis yang cantik, kaya dan shalehah. Di sanalah ia berkenalan, lalu belakangan memperisteri dokter tersebut. Demikian. Ada banyak kisah-kisah yang dapat menjadi renungan dalam menjalani kehidupan. Selamat Prof. M. Nuh dalam menjalankan tugas. Sukses. Amin

Tidak ada komentar: