Gallery

Selasa, 15 April 2014

Hidup Bahagia

Hidup bahagia adalah dambaan setiap orang. Bahagia perlu diperjuangkan. Tidak datang begitu saja tanpa usaha. Bahagia sesungguhnya sangat tergantung pada persepsi seseorang tentang hidup bahagia itu. Ada orang yang secara finansial sangat sukses di perusahaan. Tetapi ketika ditanya, apakah dia menjalani hidupnya dalam kebahagiaan? Jawabnya, tidak. Ada orang yang karena hidupnya dan pergaulannya sangat bebas, maka dia pun divonis mengidap penyakit HIV, AIDS. Semula dia sangat gelisah dengan aids yang dideritanya. Tapi lama kelamaan, ia mereung, dan berupaya menerima keadaannya. Ia ditanya, apa yang dirasakannya dalam penantian hari demi harii untuk menjemput maut? Jawabannya sangat mengejutkan. Ia cukub bahagia menjalani hari hari akhir hidupnya. Meskipun sedikit lagi waktunya, tetapi ia masih bersyukur masih ada waktu untuk berbuat kebaikan. Ternyata, bahagia itu sangat terkait dengan perspektif kita. Untuk menjalani hidup bahagia dibutuhkan pikiran pembanding disamping persepsi tadi. Kalau seseorang sedang berjalan kaki, jangan membandingkan dirinya dengan orang yang naik mobil. Sebab, ia pasti akan berpikir bahwa nasibnya tidak semujur orang bermobil tersebut. Semestinya, ia melihat orang yang lumpuh atau tidak memiliki kemampuan berjalan. Demikan selanjutnya. Orang bahagia, cirinya adalah lebih mudah bergaul, luwes, kreatif, penyayang, pemaaf. Selalu berupaya untuk membahagiakan orang orang di sekitarnya. Kalau sedang macet, sekiranya ada orang di belakangnya terburu buru, maka ia dengan senang hati dapat mempersilakannya mendahului kendaraannya. Sebaliknya, orang yang tidak bahagia, sering cemas, egois, sulit bergaul, dan bahkan bisa membenci orang lain. Demikian, kata Dalai Lama dalam bukunya The Art of Happiness, 1998. Buku ini adalah hasil wawancara panjang oleh Howard C. Cutler, M.D

Tidak ada komentar: