Gallery

Sabtu, 27 Oktober 2012

al-Qur'an: Bacaan Mulia

Ada beberapa karya terjemahan al-Qur'an yang menarik perhatian saya sejak dulu. Yakni The Holy Qur'an karya Abdullah Yusuf Ali, The Message of the Qur'an oleh Muhammad Asad--dulunya bernama Leopold Weiss, dan al-Qur'an al-Karim: Bacaan Mulia karya H.B. Jassin. Karya Jassin ini tergolong unik karena menerjemahkan al-Qur'an secara puitis. Karya ini semula mendapat kritik sangat tajam dari para ulama dan pengkaji al-Qur'an. Karya ini ditekuni oleh Jassin ketika beliau sedang di Belanda. H.B Jassin adalah kritikus sastra yang sangat disegani. Tapi di bidang kajian keilmuan Islam tergolong mengejutkan karena Jassin tidak memiliki latar belakang pendidikan Islam, meskipun sebagai orang Gorontalo tidak diragukan komitmen keislamannya sebagaimana pengakuan Buya Hamka dalam kata pengantar karya Jassin ini. Meskipun demikian, karya Jassin ini tetap saja kontroversial. Dan sangat boleh jadi karena pengetahuan bahasa Arab beliau sehingga terkadang dalam penerjemahannya kurang pas. Salah satu yang sangat mengganggu adalah ketika beliau menerjemahkan Q.S al-Taubah ayat 128,sebabagai berikut: laqad ja'akum rasulun min anfusikum 'aziz-un 'alaih ma 'anittum harish-un 'alaikum bi al-mukminin ra'uf-un rahim-un. Telah datang kepadamu seorang rasul dari kalanganmu sendiri. Terasa berat baginya penderitaanmu. Sangat ia inginkan kamu (beriman). Ia Maha Peyantun, Maha Penyayang terhadap orang beriman. Dari terjemahan ini jelas mengindikasikan bahwa makna frase:....bi al-mukminin ra'uf-un rahim-un:...Ia Maha Penyantun, Maha Penyayang terhadap orang beriman--kembali kepada Allah swt. Padahal mestinya yang dimaksudkan ayat tersebut adalah Nabi Muhammad shalla Allah 'alaih wa sallama. Meskipun demikian, terjemahan H.B Jassin tetap menjadi rujukan utama saya karena cita rasa bahasa Indonesianya sangat kental. Adapun hal-hal yang kurang pas biasanya saya merujuk pada terjemahan Abdullah Yusuf Ali, The Holy Qur'an. Wa Allah a'lam.

Tidak ada komentar: