Gallery

Senin, 13 Agustus 2012

Lapar

Nabi shalla Allah 'alaih wa sallama menasehati salah seorang isterinya agar mengetuk pintu surga setiap harinya. Isterinya lalu bertanya, dengan apa? Dengan lapar, sabda Nabi shalla Allah 'alaih wa sallama. Demikianlah ternyata lapar memiliki kekuatan dahsyat. Mungkin itulah sebabnya, sehingga puasa merupakan salah satu ibadah yang sangat istimewa. Konon, pada masa dahulu kala, kalau ada jawara yang mau meningkatkan kesaktiannya, biasanya ia menempuh dengan berpuasa dengan ritual tertentu. Firman Allah dalam salah satu hadis qudsi, al-shaumu li wa ana ajzi bihi. Puasa adalah milik-Ku, dan aku pulalah yang akan membalas atas ganjaran puasa tersebut. Ada apa dengan puasa? Bukankah seluruh ibadah addalah milik Allah? Bukankah seluruh amal ibadah seorang hamba juga dibalas oleh Allah swt? Rupanya puasa ini memiliki sifat-sifat dan pesan-pesan ketuhanan yang mendalam. orang yang berpuasa adalah sedang mencontoh sifat-sifat Allah yang tidak makan dan tidak minum. Orang yang berpuasa, dan selanjutnya berderma dengan memberi makan kepada mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa juga sedang mencontoh sifat Allah swt. Yakni, Allah yang selalu menyiapkan seluruh kebutuhan hamba-hamba-Nya. Itulah sebabnya, al-Barr--Allah Maha Baik--salah satu asma' al-husna--nama-nama terbaik bagi Allah. sebagai al-Barr, Allah swt menyiapkan seluruh yang dibutuhkan semua makhluk-Nya, sementara Allah sendiri tidak menikmatinya. Mungkin inilah salah satu pesan spiritual ayat al-Qur'an yang berbunyi: lan tanalu al-birr hatta tunfiqu mimma tuhibbun...Kalian belum mendapatkan derajat kebajikan, sebelum kalian menafkahkan harta yang sangat engkau cintai... Orang yang lapar akan merasakan betapa sulitnya bagi mereka yang kurang beruntung secara ekonomi dalam menjalani kehidupan ini. dengan lapar diharapkan,seseorang memiliki kepekaan sosial. Di sinilah, hikmah puasa yang di dalamnya mengandung ibadah mahdhah sekaligus ibadah sosial. Mestinya, seseorang yang berpuasa memiliki kecerdasan sosial yang tinggi. Wa Allah a'lam.

Tidak ada komentar: