Gallery

Rabu, 15 Agustus 2012

Hadiah

Hari-hari gini adalah hari-hari pemberian parsel atau THR (Tunjangan Hari Raya). Parsel itu biasanya pemberian seseorang kepada orang-orang tertentu, biasanya para pejabat dari teman, handai taulan atau relasi bisnis. THR, biasanya pimpinan perusahaan atau pimpinan instansi pemerintah kepada karyawannya. Sesungguhnya kalau parsel itu dimaksudkan sebagai hadiah yang wajar tidaklah bermasalah. akan tetapi biasanya parsel itu dikirim kepada orang-orang tertentu, karena ada udang di balik batu. Di sinilah letak masalahnya. Kalau parsel dimkasudkan untuk maksud-maksud terselubung, tentu ini yang dilarang. akan tetapi kalau parsel itu dimaksudkan untuk menyambung tali-silaturahim yang tulus, saya kira tidak masalah. Sebetulnya hadiah itu dalam bahasa arab, makna dasarnya adalah petunjuk. hadiah berakar kata sama dengan kata al-huda, petunjuk. Jadi hadiah dapat dimaknai sebagai petunjuk untuk menyambung persahabatan yang tulus. Itulah sebabnya, ada pandangan yang mengatakan bahwa kalau seseorang rekan bisnis memberikan uang kepada kita, berarti yang bersangkutan bermaksud untuk melangsungkan hubungan bisnis dan profesional. Selanjutnya, kalau seseorang itu memberikan hadiah kepada kita dalam bentuk barang, atau apapun namanya selain uang, berarti sebagai isyarat atau petunjuk untuk menjalin persahabatan yang lebih sejati. nabi Sulaiman adalah orang yang paling kaya sejagad, tetap saja mau menerima hadiah yang wajar dari raja atau penguasa pada zamannya. Sebagai sikap wara', kehati-hatian berbuat dosa, sebaiknya para hakim, pejabat, atau apapun profesi kita sebaiknya berhati-hati dalam menerima parsel atau hadiah. jangan sampai merusak reputasi dan integritas kita sebagai pejabat negara. Jangan sampai parsel atau hadiah tersebut memang betul-betul sebagai gratifikasi, suap. Puasa mengajarkan kita agar berhati-hati dan meneliti makanan yang kita konsumsi. Makanan yang haram juga merupakan penghalang bagi terkabulnya do'a. Semoga Tuhan memberi kita petunjuk menjadi hamba-hamba_nya yang wara'. Wa Allah a'lam.

Tidak ada komentar: