Gallery

Senin, 23 Maret 2015

Wisuda di Papua

Wisuda sarjana adalah vestifal akademik pada suatu perguruan tinggi. Saya mendampingi Prof Dr H Kamaruddin Amin, M.A, direktur jendral pendidikan Islam, Kemenag RI mengikuti wisuda sarjana di Papua. Ada banyak hal yang menarik perhatian pak Dirjen di Papua. Alam, danau Sentani yang eksotik, sumber daya alam yang kaya, burung cendrawasih yang elok, masyarakat Papua yang multikultural, dst. Mahasiswa STAIN al Fatah Jayapura juga beraneka ragam. Ada dari Cirebon, Jawa Barat, Malang, Jawa Timur, Kediri, Polewali, Ujung Pandang, Maros, Jayapura sendiri. Jayapura, Papua memang sudah menjadi miniatur Islam Indonesia. Belum tentu perguruan tinggi di Papu memiliki mahasiswa semajemuk di Papua. Judul-judul skripsinya juga cukup menarik. Ada yang mengkaji keabsahan jual-beli anak sapi yang masih berada dalam kandungan. Ada yang menulis tentang status jual-beli hand phone second. Ada lagi yang membahas jual-belu ikan di nelayan. Untuk juruan Tarbiyah dan pendidikan banyak yang menyorot kebijakan kepala sekolah atau madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Papua. Ada beberapa poin penting orasi ilmiyah yang disampaikan Prof Kamaruddin Amin, antara lain: 1. Positioning PTKIN dalam pembangunan bangsa dan kemajuan pendidikan di kawasan ASEAN dan dunia internasional. Bahwa Indonesia adalah negara terbesar keempat dalam jumlah penduduk dan pembangunan demokrasi di masa depan. Orang eropah, Amerika dan belahan dunia lainnya akan terus tertarik untuk datang dan mempelajari Indonesia yang kaya akan keragaman sumber saya alam dan aneka budaya, bahasa, dan ras. indoensia memiliki lebih 17.000 pulau dengan 600 an lebih bahasa. 2. Alumni PTKIN harus memberi kontribusi dalam pengembangan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, para alumni STAIN. Jayapura dituntut untuk menjadi sarjana yang toleran, kompetitif, rendah hati dan berakhlakul karimah. Sebab, untuk sukses, kecerdasan dan potensi akademik belumlah memadai. Kecerdasan intelektual harus ditopang oleh kematangan emosional dan akhlakul karimah. Sarjana yang memiliki akhlak yang baik akan lebih midah berkarier dan bahkan bisa dengan cepat melejit. 3. STAIN Jayapura harus terus meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan lembaga pendidikan tekrait dan Pemerintah Daerah Papua. Karena dengan partnership itulah sebuah lembaga dapat dengan cepat mencapai kemajuan. Tidak ada orang yang bisa besar sendiri. Demikian pula halnya, tidak ada tidak ada lembaga pendidikan yang bisa besar tanpa sentuhan dan dukungan lembaga dan stakeholder yang lain. Era sekarang adalah zaman berkolaborasi. The end of competition. Era kompetisi sudah berakhir. Hal lain yang sangat menarik bahwa dalam wisuda kali ini lambang bendera merah putih sangat bermakna. Pilar NKRI sangat kuat. Lagu kebangsaan, Indonesia Raya sangat terasa maknanya jika dilantunkan di Papua. Terasa bedanya. Terasa penghayatannya. Terasa kebermaknaannya. Di Papua ternyata harga buku agama termasuk mahal. Ada jok yang mengatakan, barangkali para penjual buku agama tahu bahwa hanya dengan membaca buku agama, seseorang akan lebih mudah masuk sorga. Sehingga, buku agama mahalpun pasti akan dibeli. Sama halnya, sewaktu saya kecil,kalau seseorang membeli mushaf al.Quran. Adalah pantangan seseoranga pembeli untuk menawar harga al.Quran tersebut. Nanti keberkahannya berkurang. Para calon PNS juga terkadang kurang berminat untuk berkiprah dan berkarier di Papua. Mungkin salah satu penyebabnya adalah besarnya tantangan yang dihadapi di negeri Papua ini. Orang yang tidak memiliki kesiapan mental, ketahanan fisik akan dengan cepat dapat terpental dari bumi Papua. Papua memiliki lebih 250 suku. Masyarakat Papua terletak di wilayah yang terisolasi. Masyarakat Papua sangat terbuka dan menyambut siapa pun yang memiliki hati. Mereka merindukan pengabdian siapa pun untuk kemajuan mereka. Masyarakat di pesisir, pegunungan, sekali lagi sangat merindukan para sarjana untuk membangun pendidikan mereka. Mereka akan terbuka dan menerima, siapa pun yang ingin mengorbankan pikiran dan jiwa raganya untuk kemajuan Papua. Akhirnya, selamat dan sukses para sarjana.

Tidak ada komentar: