Gallery

Selasa, 13 Agustus 2013

Pidato Pengukuhan Doktor

Pada tanggal 27 juli 2007, saya lulus ujian promosi doktor di UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Sebagai al-tahaddhuth bi al-nikmah berikut saya kutip pidato pengukuhan--sambutan promotor saya, Prof. Dr. Sjafri Sairin--seorang antropolog, Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta. Beliau juga pernah menjabat sebagai dekan Fakultas Ilmu Budaya, UGM. Assalamu 'alaikum warahmatullah wa barakatuh. Bapak Rektor, Ketua Senat, dan para penguji yang berbahagia. Saudara Muhammad Zain yang berbahagia! Satu menit yang lalu, Anda berdiri di podium sana, bergelar sebagai doktor, pseudo doktor, belum sah sebagai doktor sebenarnya. Tapi baru setengah menit yang lalu Saudara telah menjadi seorang doktor yang resmi di UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Saya sebagai promotor, kami ucapkan selamat dan bersyukur Saudara akhirnya dapat menyelesaikan disertasi dengan hasil Cum Laude. Saya telah mengikuti perjalanan saudara dalam menulis disertasi. Berkali-kali Saudara datang ke tempat saya. Dan hanya sebentar berbicara karena saya tidak mau saudara menyita waktu saya banyak-banyak. Suatu ketika, lama sekali tidak muncul. Dan saya pesankan kepada Bapak rektor--Prof. Dr. Amin Abdullah yang waktu rektor UIN Sunan Kalijaga--, ke mana raibnya mahasiswa bimbingan saya. Akhirnya muncul kembali. Berbagai pengalaman dalam mengarungi perjalanan hidup. Akhirnya dengan hati-hati saudara jalani, dan selamat. Saudara tetap tegar melangkah, walaupun akhirnya menjadi seorang birokrat di Jakarta. Saya tahu sebagai seorang birokrat, tidak ada waktu atau kurang waktu untuk menulis. Tapi, alhamdulillah, anda menunjukkan bahwa saya tetap orang daerah yang bertugas di Jakarta. Dan saya menunjukkan, bahwa saya akan berhasil. Dalam Kata Pengantar--disertasi--Saudara menyebut berbagai orang yang telah mendo'akan Anda. Saudara telah mengucapkan syukur kepada mereka dan bahwa mereka menyayangi Saudara, selain isteri dan anak-anak saudara. Adalah support ayah-bunda saudara juga demikian....Saya tahu, orang Bugis-Makassar, untuk meminta uang kepada ayah sangat susah. Untuk meminta uang harus lewat ibunya. Saudara Dr Muhammad Zain yang berbahagia.... Ada tiga hal yang patut Saudara cermati, mengapa Saudara sukses: a) Saudara dengan bagus sekali menjawab, menanggapi segala pertanyaan yang diajukan para penguji... b) Penguasaan Saudara terhadap tradisi turath. Itu luar biasa, apalagi kami dari Universitas Gadjah Mada. Alangkah inadahnya... c) Upaya Saudara mengkombinasikan pendekatan sosio-antropologis. Sebab, yang melakukan, yang merawikan hadis juga punya interest sendiri, kelompok sendiri, yang kadang-kadang mereka terjerembab ke dalam sesuatu yang tidak sepatutnya mereka lakukan. Dan toh mereka juga adalah manusia. Itu catatan yang perlu kami sampaikan. Anda adalah orang yang sangat bagus dalam dunia akademik. Dan jangan berhenti. Kalau Saudara berhenti, maka doktor Cum Laude tidak ada artinya. Orang tidak bertanya, Saudara doktor Cum Laude, tetapi bagaimana Saudara berkarya. Ketika saya mendengar Saudara tetap bekerja di UIN Syarifhidayatullah Jakarta, saya gembira karena Saudara hanya dipinjam sementara oleh Departemen Agama RI. Ambillah hikmah sebagai seorang birokrat untuk saudara jadikan ketika saudara kembali ke dunia akademis. Mudah-mudahan pertemuan ini adalah pertemuan yang selalu menjadi kenangan. Saudara tetap eksis dalam dunia akademis. Wassalamu 'alaikum warahmatullah wa barakatuh.

Tidak ada komentar: