Gallery

Senin, 07 Maret 2016

Anggota DPR

Anggota DPR RI biasa disapa dengan Yang Mulia. Padahal sebutan Yang Mulia hanya biasa digunakan untuk para hakim dalam pengadilan. Juga para raja atau kaisar disebut dengan Paduka Yang Mulia. Saya tidak tahu, sejak kapan anggota DPR itu disapa dengan Yang Mulia. Barangkali karena kedudukan mereka yang sangat istimewa karena mewakili rakyat banyak.
Hal yang kontras adalah kelakukan sebagian anggota DPR yang tidak mencerminkan prilaku yang mulia. Ada banyak anggota DPR yang terseret kasus korupsi di tengah- tengah gencarnya pemberantasan korupsi. Rakyat sangat benci terhadap prilaku korupsi. Sebab, ketimpangan yang terjadi dalam berbagai sektor pembangunan karena korupsi. Korupsi adalah musih bersama.
China dan Taiwan bisa maju karena mereka berkomitmen dan konsisten membasmi korupsi. Negara- negara yang menanjak maju seperti Brazil, Meksiko juga sukses membrantas korupsi.
Indonesia masih tertatih- tatih membenahi korupsi. Pusaran koruptor justeru di sekitar istana san Senayan. Ini yang memilukan. Bagaimana mungkin orang yang sudah kaya dan memiliki sejumlah fasilitas negara untuknya masih berfikir untuk korupsi. Jangan- jangan korupsi ini bagian dari gaya hidup. Orang sudah tidak malu dipampang wajahnya sebagai koruptor. Bahkan sangat naif, para koruptor masih senyum- senyum ketika tertangkap tangan oleh petugas KPK. Saya tidak bisa habis pikir. Barnagkali urat malunya sudah putus semua.
Kita berharap, semoga anggota DPR Yang Mulia segera insaf. Bahwa amanah rakyat demikian berat yang disandangnya harus segera ditunaikannya. Semoga anggota DPR yang masih bersih teruslah berjuang untuk kepentingan rakyat. Sebab, ada banyak anggota DPR yang masih bersikukuh menjaga marwahnya sebagai wakil rakyat.

Tidak ada komentar: