Gallery

Rabu, 24 Desember 2014

Sisi Lain Mekkah

Mekkah adalah kiblat dunia Islam. Kota Mekkah adalah "kota tua", al-bait al-'atiq. Di kota Mekkah terletak baitullah, Ka'bah. Mekkah adalah kota yang memiliki sejarah panjang. Perjalanan ke Mekkah adalah wisata spiritual. Siapa pun yang berkunjung ke Baitullah berarti ia masuk ke jantung Islam, meminjam istilah Karen Armstrong, Ka'bah adalah the heart of Islam. Ada hal yang menarik di era sekarang yakni, di sekitar Ka'bah ada banyak bangunan hotel berbintang persis di di hadapan Ka'bah. Bangunan-bangunan hotel, pusat-pusat perbelanjaan dan istana raja Fahd terasa mengurangi kekhusyukan melaksananakan thawaf. Ka'bah adalah simbol "Tangan Tuhan". Ka'bah adalah bangunan sederhana sebagai kiblat umat Islam seluruh dunia. Sementara bangunan pencakar langit yang mengitari merupkan simbol kemewahan duniawi. Seakan-akan setelah seseorang melaksanakan thawaf, sa'i antara shafa dan marwah, begitu keluar langsung berhadapan dengan dunia belanja yang profan. Sakralitas Ka'bah, baitullah sudah tergerus? hal yang sama juga terjadi di Masjid al-Nabawy, Madinah. Masjid Nabawy yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad shalla Allah 'alaih wa sallama, makam Abu Bakar, dan Umar ibn al-Khattab. Di dalam Masjid Nabawy juga ada raudhah yang sangat mulia menurut hadis Nabi. Bahkan kota Madinah itu sendiri memiliki"tempat" tersendiri bagi Nabi. Nabi pernah bersabda: Allahumma ij'al bi al-madinah dhi'fay ma ja'alta bi Makkah min al-barakah. Ya Allah, jadikanlah kota Madinah ini berberkah dua kali lipat dari keberkahan kota Mekkah. Di sekitar Masjid al-Nabawy juga berdiri bangunan hotel yang sangat megah, seperti hotel Hilton. Sakralitas Masjid al-Nabawy sudah pudar? Wa Allah a'lam.

1 komentar:

Lexi Zulkarnaen Hikmah mengatakan...

Menarik hadis yang disebutkan tadi, apakah pembangunan di Makkah tersebut merupakan keberkahan dari doa Nabi?

Di lain pihak, banyak komentar yang menyebutkan bahwa pembangunan yang besar tersebut merupakan tanda akhir zaman.

Banyak kerabat maupun teman yang takjub dengan perkembangan pembangunan di Makkah tapi juga tidak sedikit yang menyayangkan karena seperti yang disebutkan tadi, mengurangi sisi spiritualitas di Ka'bah.