Senin, 29 April 2019
Mulla Shadra
Sufi-filosof Persia ini sangat masyhur dengan karyanya: al-Asfar al-Arba'ah. Sewaktu saya membaca sebuah buku yang diedit oleh Sayid Hosein Nasr, pada cover buku tersebut terdapat kutipan ucapan sang filosof.
....Wahyu al-Qur'an adalah cahaya yang memungkinkan seseorang dapat melihat. Wahyu ibarat matahari yang memancarkan cahaya yang melimpah. (Sedang) kecerdasan filsafat adalah mata yang dapat melihat cahaya ini, dan tanpa cahaya ini, seseorang tidak dapat melihat sesuatu.
Jika seseorang menutup mata, dan berpura-pura mengetahui wahyu lewat penalaran filsafat, cahaya inipun tidak bisa terlihat. Sebab, memang mata tidak dapat melihatnya.
Membaca Buku
Keutamaan Membaca Buku
1. Bahkan firman Tuhan disebut buku ( Prof Kuntowijoyo).
2. Perpustakaan adalah benteng terakhir kemanusiaan ( Hawe Setiawan, 2014).
3. Dengan membaca, aku melepaskan diri dari kenyataan, yaitu kepahitan hidup. Tanpa membaca, aku tenggelam dan sedih. (Ahmad Wahib--9-11-1942-31-3-1973, Pergolakan Pemikiran Islam, h. 331).
4. Ayo, baca, buku, Mataku, 2007. ( Joko Pinurbo).
5. Bukalah setiap sejarah sehalaman demi sehalaman akan tuan dapati si penjajah itu (Belanda) terlukis sebagai pedagang yang rakus. (Cipto Mangunkusumo).
6. Sekolah-sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat, tetapi juga keluarga di rumah harus turut bekerja. Lebih-lebih dari rumahlah kekuatan mendidik itu harus berasal. (R.A Kartini).
7. Setiap tempat adalah sekolah. Setiap orang adalah guru. Setiap buku adalah ilmu.
8. Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan memperhalus perasaan. (Abdurrahman Wahid).
9. Ketika kita membuka buku ini. Apakah lembar-lembar kertas ini? Bertanya untuk apa? (Sapardi Djoko Damono).
10. Kutu-kutu lebih rajin membaca buku dibanding mahasiswa, juga dosen-dosennya. Perpustakaan bekerja amat santai, bahkan ada hari ketika perpustakaan menganggur sama sekali. Mahasiswa hanya menjadi konsumen komoditas eceran di pusaran ilmu (Emha Ainun Nadjib).
12. Membaca surat kabar, ibarat meminum air laut ( Siti Roehana Kudus).
13. Buku dan perpustakaan harus ditarik segaris dengan dimensi manusia. Berpacaranlah di Perpustakaan. Sepi dan sejuk. Buku adalah guru yang tidak pernah marah. Buku adalah teman setia bersama anda, di mana saja, kapan saja, kecuali ketika menyelam di laut atau bersembunyi di kolong selama gerhana. (Bondan Winarno).
14. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. (Pramoedya Ananta Toer).
15. ...Rakyatmu harus punya makan yang cukup dulu, punya pakaian, dan yang paling penting bebas buta huruf. Ini yang membedakan manusia dengan binatang. Sebab, kalau cuma makan, binatang juga bisa makan. Lantas, kalau cuma pakaian, binatang juga punya bulu. Buku, bisa membaca, itulah yang membuktikan manusia punya kebanggaan, punya kebudayaan, punya peradaban (Remy Sylado, Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa).
16. Tampaknya hanya buku yang paling pantas diceritakan dengan bangga oleh manusia beradab, bukan BMW, Mercedes, ataupun Volvo. Apabila ada manusia di zaman sekarang yang menyebut dirinya modern tetapi tidak mengindahkan buku, memilikinya, dan membacanya, maka dengan demikian manusia tersebut telah mengambil inisiatif menjadikan dirinya sebagai hewan. (Remy Sylado: books, man, modern).
17. Pembaca yang baik tidak ingin memperlakukan seperti orang dungu yang perlu dinasehati. Pengarang yang latah tanpa kepekaan, ibarat memancing atau menjaring di kolam mandul. (Budi Darma, Sejumlah Esei Sastra).
Catatan Goenawan Mohamad
Goenawan Mohamad Quotes
1. Mereka tahu hasil 2+2= 4, tapi tak tahu mengapa 2x2 juga sama dengan 4.
2. Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.
3. Kegagalan kita untuk memaafkan, kesediaan kita untuk mengakui dendam adalah penerimaan tentang batas. Setelah itu adalah do’a. Pada akhirnya kita akan tahu bahwa kita bukan hakim yang terakhir....Di ujung sana, Tuhan lebih tahu.
4. Defenisi kesepian yang sebenarnya adalah hidup tanpa tanggung jawab sosial.
5. Hanya mereka yang mengenal trauma, mereka yang pernah dicakar sejarah, tahu benar bagaimana menerima kedahsyatan dan keterbatasan yang bernama manusia. (Catatan Pinggir 4).
6. Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi tidak gampang untuk diam. Kita tidak tahu pasti bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah insyarat akan sampai. Diluar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidakacuhan. Semuanya teka-teki. (Catatan Pinggir 1).
7. Lebih baik agama ibarat garam: meresap, menyebar, dan memberikan manfaat di mana-mana, tanpa kelihatan. (Catatan Pinggir 7, agama).
8. Cinta, sebuah kata yang tak persis pengertiannya, kecuali ketika kita merasakan sakitnya. ( Catatan Pinggir 5).
9. Sekolahpun..... tak berhak menjadi perumus masa depan (anak), Catatan Pinggir 2.
10. Iman bukanlah mempercayai apa yang terang tanpa mempercayai apa yang gelap (Catatan Pinggir 7).
11. Tuhan, kata Bunda Teresa, bersahabat dengan diam. Kembang tumbuh tanpa kata dan bulan bergerak tanpa berisik (Catatan Pinggir 5).
12. ...memang ada orang beragama seperti kaum Marxis, menyombong bahwa:..”segala hal sudah ada jawabnya pada kami”; tapi pernyataan itu menantang makna doa dan mematikan ruh religius itu sendiri. Sebab dalam doa, kta tahu, kita hanya debu.
13. Di dunia yang penuh sesak dan penuh orang lapar, seorang yang kekenyangan berarti merenggutkan nyawa yang lain. (Catatan Pinggir 1).
14. I’m beginning to think that to hope isn’t the same as to expect something. To hope is to believe that life is an acceptable chaos.
15. Manusia memang bukan semuanya wali. Tapi mungkin sejarah juga mengajari kita, bahwa keadaan tak sempurna bukanlah dasar untuk terus- menerus menghalalkan kerakusan. Keadaan tak sempurna itu justru alasan untuk kesediaan ditegur, untuk mengerti rasa malu dan rasa dosa. (Catatan Pinggir 1).
16. Membaca buku memang tak menjamin pencerdasan bangsa. Tapi hanya membaca Twitter dan ikuti instagram menciutkan wawasan.
Minggu, 28 April 2019
Makna Esoterik Ayat-ayat Tuhan
Mengais Makna Ayat-ayat Tuhan
Annemarie Schimmel menulis buku yang otoritatif dengan judul: Deciphering the Signs of God A Phenomenological Approach to Islam, 2005. Ada banyak bahan renungan untuk memperkaya keberagamaan kita yang patut dicatat, sebagai berikut:
1. Makna shalat/shalawat bagi kesehatan (h.232-35).
2. Hadis:...Ittaqu al-wawat, Hindarilah banyak waw! Artinya kita sebaiknya menghindari terlalu banyak bersumpah. Sebab orang yang banyak bersumpah akan masuk neraka.
3. Shalat adalah inti agama. Ketika takbir, kita menjauhi dunia. Kami siap menjadi kurban-Mu. (h.237).
4. Allah Swt malu tidak meletakkan sesuatu kepada tangan yang terlanjur menengadah ke langit. (h. 251).
5. Bagaimana dengan do’a yang lama terkabul? Menurut Imam al-Qusyairy, do’a yang lama terkabul ibarat kicauan burung dalam sangkarnya, Allah Swt menunda untuk mengabulkannya (h. 252).
6. Sir Muhammad Iqbal: ....do’a akan mengubah kondisi manusia menjadi “tersatukan” dengan kehendak Ilahiyah. Kehendak ilahiyah itu akan mengalir kedalam jiwa manusia, hingga manusia itu berkesesuaian dengan takdir yang telah ditetapkannya, (h. 253).
7. Pakai tasbih itu untuk berzikir adalah pengaruh India masuk ke pusat-pusat Islam pada abad ke-IX. (h.253).
8. Ada seorang ibu yang stroke sembuh dengan zikir diPakistan, h. 255.
9. Do’a kemurahan, oratio infusa, bagaimana mungkin mawar bisa berkembang dari cela abu? (al-Matsnawi, II, 2, 443). h. 256. Do’a, zikir, diam, meditasi adalah do’a tertinggi seperti seorang hamba di depan sang Raja, ....diam terpesona. Do’a tidak seharusnya terbelenggu dalam kata. Harus belajar: lidah tanpa lidah. Untuk diterimanya do’a harus sedikit makan, sedikit tidur, sedikit cakap. Qillat al-tha’am. Qillat al-manam. Qillat al-kalam.
10. Sufi Zun Nun al-Mishry:.....qulub al-ahrar, qubur al-asrar.....jiwa-jiwa merdeka/ manusia merdeka adalah makam-makam rahasia. h. 258.
11. Husain al-Hallaj:.....dosa besar ifsya’u al-sirri...membuka rahasia. Di sinilah pentingnya diam. Sir Muhammad Iqbal:.....tutup bibirmu, dan jangan katakan rahasia kami, h. 258.
Buku Deciphering the Signs of God ini sangat direkomendasikan. Prof Schimmel adalah seorang pakar tasawuf yang simpatik dan karya-karyanya jernih dan otentik. Kedalaman pemahaman akan tasawuf Islam, kitab al-Matsnawi, pandangan dan puisi profetik Iqbal, semua termaktub dengan apik dalam karya Schimmel.
Hidup Penuh Makna
Robin Sharma dalam bukunya: The Greatness Guide mengutip 101 rahasia untuk menuju hidup yang penuh makna. Beberapa hal yang perlu direnungkan sebagai berikut:
1. Tugas yang paling utama bagi seorang leader ialah mengembangkan pegawainya, dan memberinya kesempatan untuk menggapai impiannya.
2. Pandanglah sisi yang baik dalam diri setiap orang. Memang ada beberapa orang yang tidak jujur, teledor dan berbuat nista, tapi hanya sedikit orang yang begitu bangun, langsung berniat untuk merusak kehidupan orang lain ( Jack Welch).
3. Ketika Anda mencari yang baik dalam diri seseorang, maka Anda akan menyaksikan lebih banyak kebaikan di dunia ini ( Robin Sharma).
4. Lebih cepat gagal, lebih cepat sukses. Ambil resiko yang terukur, dan yang telah diperhitungkan. Tidak ada upah, tidak ada upahnya (David Kelley).
5. Jangan pernah menyantap sarapan yang sama selama 20 tahun. Menyusuri jalan yang sama ke tempat kerja selama 20 tahun. Obrolan yang sama selama 20 tahun. Cara berpikir yang sama selama 20 tahun.
6. Kegilaan adalah mengerjakan hal yang sama, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda (Albert Einstein).
7. Teruslah membaca buku setiap harinya. Membaca buku karya seseorang yang Anda hormati membuat kecerdasan mereka melekat pada Anda. Ketika saya beranjak dewasa ayah saya berkata:...Kurangi biaya sewa dan kurangi pengeluaran untuk makan, tapi tidak perlu merasa cemas karena menginvestasikan uang untuk sebuah buku. Jangan menyesal karena Anda telah membeli buku yang banyak tetapi belum sempat membacanya. Anggaplah Anda sedang membangun sebuah perpustakaan (Robin Sharma).
Langganan:
Postingan (Atom)