Gallery

Sabtu, 03 Maret 2012

K.H.Muhammad Shaleh

K.H. Muhammad Shaleh adalah seorang ulama sufi kelahiran Mandar. Beliau dikenal sebagai pendiri tarekat Qadiriyah di Mandar. Kawan saya H. Mahmud Ishaq sedang mau ujian promosi doktor dengan judul disertasi mengenai k. H.Muhammad Shaleh yang oleh Mandar mengenal dengan anangguru Shaleh. dalam disertasi pak Mahmud itu membahasa latar belakang kehidupan k.M. Shaleh di Mandar, perjalanan intelektual dan spiritualnya di Mekkah dibawah bimbingan Syekh Sayyid alawi al.maliky al.makky al.hasany. juga disebutkan perjalanan annangguru Shaleh ke Yaman.

Fiqh Buruh Migran

Fiqhi Buruh

Tanggal 16 Pebruari 2012 di Lantai 8 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya, saya menghadiri Launching Buku yang berjudul: Fiqh Keseharian Buruh Migran, Jawaban atas Pelbagai masalah Keagamaan yang Dihadapi Buruh Migran, 2012. Buku tersebut ditulis oleh pemikir Muda NU, Imam Nakha’I dan Marzuki Wahid. Diantara para pembahas adalah K.H. Slamet Yusuf Effendi (Ketua PBNU), Dr. K.H Malik Madani, pak Wahyu dan Yuni Chuzaimah (Ketua KOmnas Ham). Ruangan tempat launching dipenuhi oleh pengunjung. Di antara peserta launching Nampak K.H. Husein Muhammad, Dr Faqihuddin, ada seorang peneliti buruh dari Belanda, Ully Afta Rusady ( artis), peneliti dari Malaysia.

Sunnah-Syi’ah

Dalam sejarah Islam, ada kelompok sunni dan syi’ah. Orang sunni selalu menyuarakan ahlussunnah wal-jama’ah. al-Jama’ah di sini menunjukkan kemapanan dan hidup dalam harmoni, tidak ada pergolakan. Biasanya mereka menikmati hidup harmoni karena dekat kekuasaan dan mendapatkan kue kekuasaan. 

Jumat, 02 Maret 2012

Fariruddin al-Attar (w. antara tahun 1220 dan 1230 M)


A.J. Arberry  menerjemahkan kitab Tazkirat al-Awliya kedalam bahasa Inggeris dengan judul: Muslim Saint and Mystic. Di dalamnya dibahas para tokoh sufi, anekdot, perjalanan hidup dan karamahnya. Karamah para oleh Arberry diterjemahkan sebagai anekdot. Yang bisa saja dipahami sebagai kisah nyata atau hanya cerita-cerita yang biasa dibuat-buat oleh pengikut wali tertentu.

Banten Girang

Setidaknya ada tiga kota yang menarik perhatian saya. Banten, Bangka, dan Kepayang. Claude Guillot menulis buku dengan judul: Banten: Sejarah dan Peradaban Abad X –XVII, 2008. Pada buku tersebut terdapat judul: Negeri Banten Girang. Lalu saya bertanya: Banten Girang itu apakah ada hubungannya dengan suasana gembira. Tapi rupanya”girang” itu adalah bahasa Sunda yang artinya hulu. Jadi Banten girang berarti Banten hulu. Banten Girang ini pintu masuk orang asing ke Banten.
Sementara Bangka biasanya dikaitkan dengan istilah “Tua Bangka”. Kita tidak tahu mengapa tua Bangka, bukan “Tua Belitung”, apa hubungan keduanya. Adalagi mabuk Kepayang. Rupanya Kepayang itu adalah sebuah kota di Bengkulu—ini mengutip jok pak Dahlan Iskan, Menteri BUMN—siapa saja yang melewati Kepayang pasti akan mabuk Kepayang. Sebab, jalannya berkelok dan terjal.
Banten menyimpan kenangan tersendiri. Sebab, di Banten pernah melahirkan tokoh-tokoh dunia. Seperti Syekh Nawawi al-Bantany, Syekh Yusuf al-Makassary, dan Dr. Hoesein Djajadiningrat.

Wa Allah a’lam.