Gallery

Kamis, 31 Mei 2012

Cerita Kudus

Pada tanggal 31 Mei 2012, saya mendapatkan undangan STAIN Kudus untuk berbincang-bincang mengenai strategi pengembangan akademik di kampus hijau ini. Ada juga yang menyebut STAIN Kudus sebagai STAIN "mewah"; mepet sawah. Saya berangkat via Garuda Jakarta-Semarang, jam 7.50. Secara kebetulan pada pesawat yang sama K.H. Sahal Mahfudz, Ketua Syuriyah PBNU , beliau duduk di kelas bisnis. Begitu saya mencari tempat duduk di kelas ekonomi, saya menyempatkan diri untuk berbincang sejenak dengan ulama kharismatik dan ahli hukum Islam ini terutama tulisan beliau mengenai fiqih sosial. Saya memperkenalkan diri singkat, dan beliau merespon cepat dan tanggap. Dalam hati, Kyai Sahal masih sangat energik dan cekatan merespon pertanyaan-pertanyaan ringan yang saya ajukan. Daya ingat beliau masih sangat tajam meskipun beliau sudah tergolong uzur.

Rabu, 30 Mei 2012

Menyambut Puasa

Ibadah puasa atau shaum termasuk salah satu rukun Islam. Puasa adalah menahan diri makan, minum dan hubungan seksual mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Sebetulnya, dalam bahasa Arab puasa itu ada istilah al.shaum dan al.shiyam. Terma al.shiyam tentu lebih dalam lagi maknanya, tidak sekedar bermakna   menahan lapar, dahaga dan hubungan seksual. Tapi terma al.shiyam memiliki makna menjaga diri dari perbuatan dosa, baik penglihatan, pendengaaran, bahkan hatipun harus berpuasa. Di kalangan sufi, puasa memiliki tingkatan ada puasa awam, puasa orang biasa, puasa al-khawash--bagi orang-orang khsusus, dan puasa khawash al-khawash, puasanya orang yang lebih khusus lagi dari para Nabi atau para auliya'.
Ibadah puasa dikenal sejak dahulu kala dan semua agama memiliki tradisi tersendiri. Yang intinya, semua dalam rangka menyucikan diri.
Wa Allah a'lam.

Minggu, 27 Mei 2012

Kedahsyatan IT

Dr Alvin Toffler menulis The Third Waves untuk melukiskan perubahan zaman, yakni era agraris, era industri, dan era informasi. Pada era agraris yang berkuasa adalah mereka yang memiliki banyak lahan, tanah. Pada era industri, pemilik pabrik dan banyak produksi adalah mereka yang kaya dan berkuasa. Sedang pada era globalisasi informasi, siapa yang menguasai informasi, merekalah yang menguasai dunia. Pada era informasi, sektor-sektor jasa dan semacamnya telah diduduki oleh perempuan yang dulunya hanya didiominasi oleh kaum pria—yang oleh John Naisbitt—sudah dielaborasi dalam bukunya yang best-seller Megatrends Asia the eight Asian Megatrends that are changing the world, 1995. Peter F. Drucker menyebut perubahan sebagai change dalam bukunya: The Changed World Economy. Karl Albrucht dalam bukunya: At America’s Service menggunakan “age” untuk menyatakan pergantian struktural masyarakat dewasa ini. Semuanya untuk membenarkan bahwa setiap penemuan suatu energi baru, teknologi baru akan mengubah kehidupan manusia, mengubah perkembangan kebudayaan, struktur ekonomi dan politik. Alvin Toffler menarik sekali menguraikan sejarah manusia dalam kurun waktu 10.000 tahun hingga sekarang hanya tiga waves tadi.

Jumat, 25 Mei 2012

Tanri Abeng

Tanri Abeng adalah sosok profesional yang sangat sukses. Ada yang menjuluki beliau sebagai Peter Druckernya Indonesia, karena beliau memang pernah berguru langsung kepada sang Begawan management dunia. Tanri Abeng dikenal sebagai seorang profesional sejati. Ia menggagas bahwa untuk memenangkan pertarungan di era global, kita harus menggbungkan kekuatan kemitraan antara entrepreneurs dan proffesional managers. Dalam era persaingan global sangat dibutuhkan kerjasama, aliansi ataupun kemitraan antara keduanya untuk menciptakan suatu kombinasi kekuatan, pengembangan serta pengelolaan manejemen. Sebagaimana nasehat guru Tanri, Peter Drucker mengatakan bahwa “there is entrepreneurial work and there is managerial work, and the two are not the same. But you can’t be a successful entrepreneur unlees you manage and if you try manage without some entrepreneurship, you are in danger of becoming a bureaucrat” (Ada pekerjaan yang menuntut jiwa wiraswasta dan ada pekerjaan yang menuntut pengetahuan manajemen.

Rabu, 23 Mei 2012

Hikmah Pagi

Pagi hari memiliki banyak keutamaan, di antaranya udara bersih dan pikiran jernih. Mungkin itulah sebabnya sehingga waktu pagi memiliki keistimewaan. Dalam dunia bisnis, orang-orang sukses adalah mereka yang bangunnya lebih awal, yakni jam 4.00 pagi. Penulis feminis Fatimah Mernissi sangat menganjurkan seseorang untuk menggunakan waktu paginya untuk menuliskan sesuatu karena akan menyegarkan pikiran dan membuat kelopak mata yang tadinya berkerut menjadi kencang.
Nabi shalla Allah 'alaih wa sallama juga memanfaatkan waktu pagi untuk kunjungan kepada para sahabatnya, olah raga lari dengan Siti A'ishah radhiya Allah 'anha, atau melepas pasukan ke medan perang.

Selasa, 22 Mei 2012

Salah Paham

Salah paham adalah sesuatu sering terjadi dalam pembacaan karya sastra, seperti novel. Alfu lailah wa lailah, novel Seribu Satu Malam,dan Arok Dedes karya Pramoedya Anantatoer. Seribu Satu Malam biasanya hanya dipahami sebagai kisah cinta. sementara di kalangan pencinta tasawuf, novel tersebut dipahami mengandung ajaran tasawuf yang sangat tinggi. Demikian juga dengan Arok Dedes, sepintas lalu mengisahkan tragedi kudeta di kerajaan singosari. Padahal, kalau kita jeli dan membaca secara seksama ternyata novel pak Pram tersebut menceritakan kudeta pak Harto terhadap Bung Karno.

Kuda Bima & Unta

Seorang kawan menghadiahi saya buku yang baru saja ditulisnya, berjudul: Jara Mbojo Kuda-kuda Kultural. Kawan saya itu bernama Abdul Wahid. ia menulis banyak hal perihal kuda di Bima. ada Kuda Liar, Kuliner Kuda, pacuan kuda, dan banyak hal tentang mitos kuda.
Saya jadi teringat dengan Unta bagi bangsa Arab. Unta adalah binatang yang disebut khusus dalam al-Qur'an. Ada banyak kosa kata dalam Bahasa Arab untuk Unta ini. Bahkan Khalil Abdul Karim menulis buku: al-'Arab wa al-Mar'ah. di dalamnya ditulis dan dibahas secara luas dan mendalam, bagaimana personifikasi orang Arab terhadap wanita Arab mengenai kecantikannnya,keunikannya, dan segala lekuk-lekuknya disamakan dengan Unta. Sungguh binatang Unta sangat spesifik bagi orang Arab. Demikian pula halnya dengan kuda. bahkan ada orang berpandangan pantang memakan kuda, karena binatang yang satu ini hidup berdampingan dengan manusia. Ada sumpah leluhur dengan kuda. Kuda juga memiliki banyak mitos. Kuda lambang keperkasaan. Ada juga banyak iklan memakai kuda sebagai simbol. Imam al-Jahiz menulis kitab al-Hayawan, dan pada bab II kitabnya ini beliau menulis khusus mengenai kebaikan dan keunikan anjing. Meskipun dalam banyak hal beliau membahas binatang lain. Imam al-Jahiz memang dikenal sebagai zoolog--ahli tentang binatang. yang berbeda dengan pakar Barat, Imam al-Jahiz menulis tentang kehidupan binatang dalam rangka menunjukkan keagungan dan ke-mahakuasaan Tuhan. Wa Allah a'lam.

Senin, 21 Mei 2012

Hakim Sanai

Hakim Sanai (w.1131 M) pernah berkata: If you wish for a pearl You must leave the desert And wander by the sea And even if you never find The gleaming pearl, at least You won’t have failed to reach the water Jika engkau menginginkan sebuah mutiara Maka engkau harus meninggalkan gurun pasir Dan berangkatlah mengarungi lautan Dan ketika engkau tidak menemukan Kilauan mutiara, maka setidaknya Engkau tidak kesulitan mendapatkan air. Pada kesempatan Hakim Sanai berkata: Jangan mencela orang-orang tarekat, lebih baik perbaikilah dirimu. Engkau memiliki pengetahuan dan agama yang keliru jika engkau membelakangi Realitas (al-haqq). Manusia sering melilitkan jaring bagi dirinya. Sementara seekor harimau (manusia tarekat) menghancurkan kandangnya. Mankind is asleep, living in a desolate world. Sebetulnya manusia tertidur, dan hidup dalam dunia yang terpencil. Mengenai “kesadaran” (awakening) Sanai bersenandung: While mankind remains mere baggage in the world It will be swept along, as in a boat, asleep. What can they see in sleep? What real merit or punishment can there be? Hakim Sanai, Hadiqat al-Haqiqah wa syari’ah al-thariqah—ditulis pada tahun 1131 M ( The Walled Garden of Truth, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh D. L. Pendlebury, London: Octagon Press, 1974) Hakim Sanai adalah seorang sufi yang hidup abad ke-11 di Gazna, sebuah kota modern sekarang di Afganistan. Beliau juga sebagai guru spiritual Jalaluddin Rumi. Wa Allah a'lam.

Minggu, 20 Mei 2012

Anekdot Sufi

Syahdan, Muhyiddin Ibn Araby (1165-1240 ) menjenguk kawannya yang sedang jatuh sakit yang sebetulnya memusuhinya. Ketika, beliau tiba di rumah kawannya itu, Ibnu 'Araby meminta izin untuk masuk bilik, tapi isteri si sakit tidak mengizinkannya seraya menyampaikan pesan suaminya agar Ibnu 'Araby lebih baik ke gereja saja. Ibnu Araby tidak ada urusan di rumah ini. IBn Araby lalu ke gereja mengikuti saran musuhnya itu karena yakin tidak mungkin akan mencelakainya. Setibanya di gereja, Ibnu 'Araby duduk di pojok dan mendengarkan khotbah sang pendeta. Kebetulan saja pendetanya sedang mengkhotbahkan konsep trinitas ( thalithu thalathah). Ibnu 'Araby mengajukan pertanyaan keberatan atas khotbah sang pendeta. Lalu terjadilah perdebatan yang sengit antara keduanya. Sang pendeta menantang, atas dasar argumentasi apa saudara (ibnu 'Araby) berpendapat demikian? Coba ajukan argumentasi yang dapat kami terima, pinta sang pendeta. Ibnu 'Araby menjawab: 'silakan sang pendeta menanyakan langsung ke patung itu, seraya menunjuk patung seorang perempuan menggendong bayi yang disimbolkan sebagai Bunda Maryam yang menggendong Yesus Kristus. Pendeta heran, dan berkata: bagaimana mungkin patung ini bisa menjawab? Dengan karamah Ibnu 'Araby, patung tersebut memberi jawaban bahwa dia bukanlah anak Tuhan. Maka dengan serta merta semua isi gereja menyatakan memeluk Islam termasuk sang pendeta. Si sakit, musuh Ibnu 'Araby heran dan bertanya-tanya ada apa gerangan dengan Ibnu 'Araby? Demikian karamah Ibnu 'Araby. Pada suatu waktu, Ibnu 'Araby melaksanakan ibdah haji dan sedang thawaf di Baitullah. Pada hari jum'at, Fakhruddin al-Razy,penulis tafsir Mafatih al-Ghaib-- mufassir besar dan sangat dihormati karena ketinggian dan kedalaman ilmunya dijadwalkan sebagai khatib. Ketika beliau memasuki Masjidil Haram, semua jama'ah berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada al-Razy. Ibnu 'Araby yang juga sedang berada di dekat Ka'bah, Baitullah bersikap biasa-biasa saja. Imam al-Razy bergumam dalam hati, siapa gerangan anak muda ini yang tidak memberi hormat kepada saya sebagaimana halnya dengan jama'ah lainnya. Setelah itu, Imam al-Razy naik mimbar, dan mengucapkan salam kemudian berseru: Saudara-saudara kaum muslimin! Imam al-Razy tidak bisa berkata-kata apa pun, dan turun mimbar. Imam al-razy melupakan semua onsep-konsep yang ingin disampaikannya. Ketika beliau sampai di rumah, beliau bermunajah kepada Allah, ada apa gerangan sehingga saya dipermalukan demikian itu. Ketika beliau tidur, ia bermimpi bahwa Imam al-Razy harus meminta ma'af kepada pemuda tadi. Seketika Imam al-Razy terbangun, dan bergegas keluar rumah untuk mencari pemuda tersebut. Tapi dibalik pintu, Ibnu 'Araby sudah mengetuk-ngetuk pintu rumah Imam al-Razy. Demikian karamah Ibnu 'Araby. Wa Allah a'lam.

Sir Muhammad Iqbal

Ia dikenal sebagai filosof, dan pengagum Jalaluddin Rumi. Karya-karyanya sangat berpengaruh. Ia juga dijuluki sebagai “Bapak Pakistan”. Karya-karyanya dapat dilihat seperti The Development of Metaphysics in Persia: A Contribution to the History of Muslim Philosophy, 1964—Metafisika Persia: Suatu Sumbangan untuk Sejarah Filsafat Islam. Karya ini adalah disertasi doctoral M. Iqbal dan ditulis pada saat ia mengagumi panteisme yang belakangan ditolaknya. Oleh M. M. Syarif, karya ini tidak bebas dari tanda-tanda ketidakmatangan Iqbal, meskipun demikian tetap penting bagi studi filsafat. Karya lainnya adalah The reconstruction of Religious Thought in Islam dan sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul: Rekonstruksi Pemikiran Agama dalam Islam, alih bahasa Ali audah, Taufiq Ismail, dan Goenawan Mohamad, Jalasutra, 2002. Hal yang cukup mengejutkan, oleh Seyyed Hossein Nasr, Iqbal dianggap anti-tasawuf, meskipun beliau sangat gandrung terhadap karya-karya Rumi. Nasr berkomentar:….Bereaksi melawan dominasi sebagaian besar dunia Islam oleh Barat, kaum modernis berusaha mencari kambing hitam atas kekalahan kaum muslim, dan banyak diantara mereka yang mengarahkan kemurkaan kepada tasawuf, menuduhnya mengkhutbahkan kepasifan dan pengutamaan akhirat, sehingga menyebabkan kelemahan masyarakat Islam. Tak ada tempat lain di mana penentangan kaum modernis terhadap tasasuf lebih jelas daripada Turki. Setelah naik ke tampuk kekuasaan, Ataturk yang sangat modernistic melarang tarekat-tarekat sufi serta memenjarakan dan membunuh banyak guru sufi. Sikap negatif terhadap tasawuf ini dapat dilihat bahkan pada tokoh-tokoh seperti Muhammad Iqbal, bapak ideologis Pakistan, yang juga seorang penyair berbakat serta pengagum Rumi, namun ia sangat keras menentang literature, doktrin dan praktik sufi. ( Seyyed Hossein Nasr, Tha Garden of Truth: the Vision and Promise of Sufirms, Islam’s Mystical tradition, 2007).

Pendidikan Karakter

Prif Muhammad Nuh dalam wawancaranya dengan topik Zero Loans for Education menegaskan pentingnya memasukkan pendidikan karakter dalam kurikulum. Setidaknya ada tiga lqndasan pendidikan karakter ( character-building education). yakni: (a)memasukkan nilai-nilai humanisme, seperti saling menghargai dan menghormati antar sesama; (b) mengembangkan karakter keilmuan, yakni dengan menciptakan curiosity, rasa ingin tahu yang tinggi ( search of inquiry), sehingga ilmu, kreatifitas dan inovasi berkembang; dan (c) menanamkan kecintaan dan kebanggaan kepada Indonesia. ( Garuda Magazine, Mei 2012).

Renungan Hidup Bahagia

1. James M. Barrie Rahasia bagi orang yang ingin bahagia bukan pada melakukan apa yang disenanginya, tetapi menyenangi apa yang dilakukannya. 2. Kata orang Amerika: Tidak ada istilah makan siang gratis. 3. Semua binatang hampir selalu sibuk, bersiap-siap menghadapi musim dingin dan musim panas. 4. Alam sangat bermurah hati kepada kita. Tanam biji labu, maka alam akan memberikan beberapa buah labu. Taburlah beberapa biji labu, maka alam akan memberimu satu truk labu.( Andrew Mattews, Being Happy, 1988). 5. Daripada menentang gelombang,lebih baik mengalir bersamanya. Demikian pula halnya dengan globalisasi. Melawan atau menaklukkan globalisasi? Atau lebih baik “berdamai” dengan globalisasi.

Kamis, 17 Mei 2012

Biksuni Thubten Chodron

Ia terlahir dari keluarga Yahudi. Ia tumbuh di lingkungan Kristiani, tetapi belakangan memilih menjadi penganut Budhdha. Ia terpesona ketika mendengarkan penjelasan sang Guru Budhdha, bahwa jangan langsung percaya kepada apa yang baru saja saya katakan. Engkau harus mengujinya. Biksuni Chodron sudah menulis beberapa buku diantaranya: (a) Open Heart; (b) Clear Mind; (c) Taming the Monkey Mind; (d) Working with Anger. Biksuni Chodron adalah Guru tetap pada Amithaba Buddhis Center di Singapura dan Dharma Friendship Foundation di Seatle, AS. Bagi Chodron, perilaku konsumerisme telah menggerogoti manusia modern. Kekayaan materi, gila pujian, haus dalam mencari reputasi dan kenikmatan hidup adalah pangkal konsumerisme. Uang sangat didewa-dewakan. Sehingga muncullah sumber kecemasan di dunia ini, antara lain: 1. Kemelekatan pada uang dan materi, sehingga kita galau kalau ketika tidak memilikinya. 2. Kemelekatan pada pujian dan persetujuan, dan kita terganggu kalau mendapatkan kritik atau ada orang yang tidak sependapat. 3. Kemelekatan pada reputasi dan citra baik serta kita terusik kalau reputasi dan citra runtuh. 4. Kemelekatan pada kenikmatan inderawi, dan kita terganggu kalau kita menemukan hal-hal yang tak menyenangkan. Saya jadi teringat pada pendapat Ibn Hazm tentang perilaku dan watak manusia yang menghindar atau lari dari kecemasan. Bahwa semua manusia berkehendak untuk menghindarkan diri dari seluruh kecemasan. Orang mencari harta yang banyak dan menjadi kaya untuk menghindarkan diri dari penderitaan kemiskinan. Orang mencari ilmu, karena menghindarkan diri dari kecemasan “dihinakan” atau “diabaikan”. Hampir semua perilaku manusia dalam rangka menghindarkan diri dari kecemasan. Ibnu Hazm menulis bahwa setiap manusia menuju pada satu tujuan, yakni hasrat untuk lari dari kecemasan. Ini berlaku bagi orang kaya dan miskin, bagi sultan atau hamba, bagi kaum ulama atau bagi mereka yang tak berpendidikan, bagi perempuan atau para kasim, bagi mereka yang memuja sensualitas dan kenikmatan terlarang atau bagi para pertapa. … Mungkin itulah sebabnya, Nabi shalla Allah ‘alaih wa sallama menganjurkan umatnya untuk senantiasa membaca do’a: Allahumma inny ‘a’uzubika min al-hammi wa al-huzni, wa ‘azubika min al-‘ajzi wa al-kasli, wa ‘a’uzubika min al-qahr al-rijal. Ya Allah aku berlunding kepada-Mu dari was-was, kecemasan, dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kelelahan dan kemalasan. Serta aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan zalim dari orang yang berbuat zalim. Manusia harus melakukan “kritik dan dialog dengan diri”. Dari dialog itu, akan ditanyakan: apakah saya sudah pas menjalani kehidupan seperti ini? Apakah saya sudah tepat dalam memperlakukan orang lain? Sudah berapa manfaat yang telah saya persembahkan kepada orang banyak? Ada kegalauan orang sekarang, yang biasa menjalani kehidupan dengan jalan pintas. Inilah salah satu pemicu perilaku korupsi. Dia tidak sadar proses. Ia mau segera kaya. Padahal, korupsi pada hakikatnya akan “menghancurkan” dirinya sendiri. Korupsi sebetulnya akan mengorupsi dirinya sendiri. Dari dialog dengan diri itu, manusia akan berdamai dengan materi, uang, reputasi, kenikmatan hidup. Sebab, di ranjang kematian, orang hanya bisa menyesali perbuatannya, bukan menyesal karena tidak punya berlian. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi manfaat yang lebih banyak kekpada manusia dan makhluk lainnya. Mirip dengan hadis Nabi shalla Allah ‘alaih wa sallama: khair al-nas anfa’uhum li al-nas, sebaik-baik manusia adalah lebih mbanyak manfaatnya kepada manusia lainnya.( Disadur dan sedikit modifikasi dari Maria Hartiningsih, Biksuni Thubten Chodron: “Prinsip-prinsip Etik Tak Bisa Dikompromikan”, Kompas, 16 Mei 2012, h. 16). Wa Allah 'alam

Irshad Manji

Irshad Manji, lahir di Uganda pada tahun 1968, tapi sekarang berkebangsaan Kanada. Ia telah menulis banyak artikel dan beberapa buku. Di antaranya: (a) Allah, Liberty and Love, 2011; (b) The Trouble with Islam Today, 2004; dan (c) Faith Without Fear, 2005; (d) Risking Utopia: On the edge of a new democracy, 1997; (e). Manji mendapatkan gelar doktor kehormatan dari University of Puget Sound pada tahun 2008, dan "Young Global Leader" dari World Economic Forum. Ia lebih dikenal sebagai jurnalis, dan advokat. Tapi yang sangat santer di Indonesia adalah Irshad Manji dikenal sebagai seorang lesbian. Di Internet, Irshad Manji menulis "Criticism of Islam" yang memuat artikel dengan sub-judul: (a) Islam and antisemitism; (b) Islam and violence; (c) Islam and domestic violence; (d) criticism if Muhammad; (e) Criticism of the Quran; (f) List of critics of Islam; (g) Quran and violence. Buku Manji dan pikiran-pikirannya memang sangat kontroversial. Umpamanya saja buku The Trouble with Islam Today: A Wake-up Call for Honesty and Change, 2005. buku ini memuat catatan mengenai Nabi Muhammad shalla Allah 'alaih wa sallama ditulis sebagai pedagang yang buta huruf. Nabi terkadang kesulitan memahami bahasa Tuhan, sehingga keliru dalam proses pewahyuan. Hal ini dapat dilihat pada ayat-ayat setan: al-Gharaniq, halmana Nabi keliru dan belakangan Jibril datang menyadarkannya. Kata "hur" 'ain, yang selama ini dipahami oleh ulama tafsir sebagai bidadari di sorga, oleh Manji dipahami sebagai buah kismis yang pada abad ke-tujuh masehi sebagai sesuatu yang sangat dahsyat. Saya sudah memeriksa kitab al-Raghib al-Ashfahani, Mufradat alfaz al-Qur'an, kata hur bermakna Prof el-Fadhl dan isterinya, Grace konon kabarnya memelihara anjing hitam, tapi tetap menjadi imam shalat berjama'ah di masjid di California. Ada lagi cerita mengenai seorang mualaf yang bertanya kepada seorang imam perihal anjing peliharaannya. Sang imam menganjurkan agar ia membuangnya jauh-jauh. Sang mualafpun melakukannya, ternyata anjingnya datang terus. Lalu, sang mualaf datang lagi bertanya kepada sang imam. Lalu, sang imam menjawab: kalau anjing anda masih datang, tak usah dipeduli, biarkan mati kelaparan. apakah ini adalah akhlak Islam? Irshad Manji memang sangat tajam dalam melancarkan kritik kepada Islam yang selalu "dipamerkannya" sebagai agama yang dipeluknya. Sama halnya dengan koleganya, Ayaan Hirsi Ali yang menulis buku: The Caged Virgin an Emancipation Proclamation for Women and Islam, 2006. Oleh Salman Rushdie diberi komentar: This is an immensely important book, passionate, challenging, and necessary. it should be read as widely as possible, because it tells the truth--the unvarnished, uncomfortable truth. Sebaiknya kita dapat mengkritik Irshad Manji secara akademik dengan cara-cara "terpelajar". Sebaiknya buku berbalas buku. Bukan buku berbalas dengan "pentungan". Akhlak para ulama kita dalam melancarkan kritik dengan cara menulis buku. Wa Allah a'lam.

Risalah Perdebatan

Rabu malam, 16 mei 2012, saya menonton TV ONE live dengan topik kontroversi Lady Gaga. Acara ini dilandu oleh Karni Ilyas, wartawan senior. Acara ini sangat meriah karena dihadiri oleh banyak tokoh ormas, seperti NU, FBI, front pembela Islam, Laskar pembela Islam, para praktisi hukum, Lsm. Terlihat lewat layar kaca,K. H. Aqiel Siraj, Nusron Wahid, Munarman, Mahendratta, keduanya kuasa hukum FBI, Eggie Sudjana, Agus S. Awwas, FBI, H. Ridhwan Saidi, budayawan Betawi, dan mantan Ketua PB HMI,Ratna Sarumpaet, ada juga komunitas dan pembela hukum Salihara dan salah seorang Kombes maber polri, Prof Mustafa Ali Ya"qub,dll. Ada banyak hal yang menarik pada perdebatan itu. Yang sangat mengejutkan adalah polisi dihujat tanpa tedeng aling aling terutama oleh saudara Nusron Wahid. Polisi telah berbuat zholim di republik ini. Ada banyak peristiwa penting, tapi polisi tidak hadir. Di yogyakata, kantor Lkis dirusak karena dianggap pro Irshad Manji, tokoh lesbian, Kanada kelahiran Uganda. Ia menulis buku yang sangat kontroversial, Allah, Liberty, and Love, dan The Trouble with Islam Today, serta Faith without Fear. Buku The Trouble with Islam Today telah diterbitkan di 30 negara--seperti Arab, Persia, Urdu, malaysia-- dan sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, dengan judul : Beriman Tanpa Rasa Takut Tantangan Umat Islam Saat Ini, 2008. Ridhwan Saidi, tokoh Betawi berkisah tradisi debat diantara para pendahulu kita. H. Agus Salim dituduh sebagai mata-mata Belanda, dan beliau tidak marah. Tapi justeru mengajak orang dan kelompok yang menuduhnya untuk "berdebat" secara akademik. Ada panggung di alun-alun Jogjakarta. Tidak ada kekerasan di sana. Perdebatan berlangsung hangat. Demikian juga perdebatan antara Ahmadiyah dengan Hassan Bandung, ulama dan tokoh Persis. Tokoh ahamadiyah sebagai lawan debatnya diundang ke Jakarta, dibiayai dan diberi tempat untuk menginap di Jakarta. Perdebatan berlangsung dan tidak ada aksi kekerasan. Mungkin juga kita masih ingat perdebatan antara Bung Karno dengan Hassan Bandung dan M. Natsir. Polemik berkepanjangan pun berlangsung di media cetak. Polemik hangat tapi tidak ada kekerasan. M. Natsir memakai nama samaran Mukhlis. Mereka semua adalah tokoh-tokoh dan negarawan yang sangat berkarakter. kembali kepada topik Lady Gaga di atas. Rtana Sarumpaet juga diberi kesempatan untuk bicara. Ratna sangat emosional. Bahkan sangat menyayangkan kekerasan demi kekerasan terjadi di negara ini tanpa kehadiran pak SBY ( Susilo Bambang Yudoyono). Menurut Ratna, menyeruaknya aksi kekerasan yang demikian massif ini karena ketidakhadiran pak SBY. Negara ini sudah pada tingkat sangat menakutkan dan mengerikan. Saya sedikit menyesal terlahir di Indonesia, keluhnya. bagi Ratna, Lady Gaga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Kita beri kesempatan Lady Gaga untuk tampil konser, tapi diberitahu bahwa Anda bisa tampil dengan memperhatikan sopan santun dan adat Indonesia. Mungkin Lady Gaga diberi baju Kebaya atau kita menawarkan desainer kita. Ada lagi komentar dalam diskusi itu, bahwa promotor Lady Gaga harus segera ditangkap karena telah menipu rakyat. Ibaratnya, seseorang mencintai seorang perempuan. "Disentuh" dulu baru dilamar. Ini kan kurang baik. Ada lagi komentar mengenai kekerasan atas nama agama. Ada orang sementara beribadah di gereja. lalu ada massa yang mengamuk di luar gereja. Polisi justeru mengevakuasi jama'ah yang sedang beribadah. Mengapa bukan mereka yang melakukan kekerasan yang diamankan. Di sinilah polisi dituduh lagi sebagai berpihak sesuai dengan pesanan". K. Said Aqiel berkomentar, sebetulnya kedatangan seribu Lady Gaga tidak akan menggoyahkan ima. Warga nahdhiyyin tetap akan beriman. Coba lihat muslimat Nahdhatul Ulama, mereka memakai jilbab, bukan karena disuruh tapi atas dasar kesadaran mereka sendiri. Mereka beriman karena dari dalam hati sendiri, bukan karena aspirasi masyarakat. Kalau semua rakyat Indonesia menjadi warga NU, maka semua masalah selesai. Hadirin tertawa. Prof. Mustafa Ali Ya'qub mengajukan pendapat. Bahwa setidaknya ada tiga ulama besar yang menfatwakan bahwa tidak boleh melakukan pencegahan terhadap suatu kemungkaran dengan menimbulkan kemungkaran baru. Demikian yang dinyatakan Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ihya' 'Ulum al-Din; Syaikh al-Islam, Ibnu Taimiyah, dalam kitabnya: al-Hisbah, dan satu lagi guru besar di Baghdad yang saya lupa namanya, kemungkinan Prof. Zaidan. Belum selesai Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengajukan pendapatnya yang lain, Eggi sujana interupsi dengan mengajukan ayat: ...asyidda'u 'ala al-kuffar ruhama'u bainahum; kita harus bersikap keras kepada orang-orang kafir, dan saling mengasihi antara sesama muslim. Lalu Prof. Mustafa Ya'qub menyanggahnya dengan mengatakan, bahwa sewaktu Barack Obama datang, saya menghadiahinya sebuah buku yang saya tulis, yang bertemakan: Islam adalah agama damai. adapun ayat...asyidda'u 'ala al-kuffar...adalah ketika dalam suasana perang. Sambil Prof Mustafa menunjukkan rekaman sejarah perjalanan Islam yang sangat toleran. Pada masa Nabi Muhammad shalla Allah 'alaih wa sallama masih hidup, di Madinah sudah ada agama Yahudi, Kristen, Majusi, sabi'in. Di Turki, masih ada Blue Mosque yang dulunya gereja, lau diubah fungsinya menjadi masjid, dan sekarang museum. Masih ada lukisan Bunda Maryam dengan menggendong seorang bayi. Pada bagian akhir diskusi, Karni Ilyas membaca terjemahan hadis shahih al-Bukhary: ...Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa yang beriman Allah dan hari kiamat, maka hendaklah dia berkata baik atau diam. Wa Allah a'lam.

Selasa, 15 Mei 2012

Professor Paradoks

Ada buku novel karya Ana Nadhya Abror dengan judul: Paradoks, 2004. Novel ini menggambarkan betapa sebagian para professor sekarang sudah tidak mengembang tugas akademiknya. Ia membandingkan dengan latar budaya Jepang yang sebetulnya juga terjadi di Indonesia. Ada professor yang hanya nama saja. Tugas keprofessoran nya diabaikan demi untuk mendapatkan proyek.Tugas mengajar, meneliti, menyebarkan ilmu dan menulis buku sudah bukan menjadi perhatian utama. Ada juga professor yang hanya nebeng di kampus yang pada kenyataannya tugas yang diutamakannya justeru di luar kampus. Ada juga guru besar menjadi “juru bicara” pemerintah. Ia sebetulnya tidak layak lagi menyandang gelar professor. Sehingga ada pernyataan: guru besar luar biasa “diplesetkan” menjadi Guru besar biasa di luar. di penghujung tahun 2009, saya berkesempatan berkunjung ke Leiden University. Saya sempat ke gallerynya dan menemukan buku dengan judul: Leiden Professors and Their Fascination, 2005. Buku ini semacam profil para guru besar yang dimiliki Leiden University. Ada sekitar 400-an guru besar Leiden University. Hal yang menarik adalah buku ini memuat riwayat singkat sang guru besar, publikasi ilmiyah dan karya-karya akademiknya. Setiap guru besar menulis "my inspiration" untuk menjelaskan keahlian dan hal-hal yang inspiratif sepanjang karier keprofessoran guru besar bersangkutan. Ada yang bercerita bahwa ini memilih untuk ahli di bidang kesehatan masyarakat karena terinspirasi dengan masyarakat Afrika Selatan yang didera penyakit nyamuk malaria. setiap professor berkisah secara singkat tentang mengaapa ia akhirnya menekuni bidang tertentu. Saya membayangkan kalau Kementerian Agama RI memiliki profil guru besar dan masing-masing professor berkisah mengenai kepakaran yang digelutinya. Ini sesuatu yang dahsyat bagi pengembangan keilmuan di PTAI. Semoga kita dapat mengembangkan keilmuan keislaman di republik tercinta ini. Sebab, seperti kritik para pakar bahwa Indonesia adalah negara terbesar penduduk muslimnya di dunia, tapi paling sedikit dalam memberi kontribusi pemikiran dalam balantika pemikiran kontemporer. Tentu hal ini sangat berbeda dengan Pakistan yang para pemikirnya banyak dikutip dunia, seperti Sir Muhammad Iqbal, Abu A'la al-Maududy, Prof. Fazlur Rahman, dll. Wa Allah a’lam.

Senin, 14 Mei 2012

Virus Tasawuf

Virus tasawuf ada dua. Modernisme dan Wahhabisme. Kemunduran Islam atau ketidakmampuan Islam untuk menghadapi dan mengatasi modernitas sebagai “buah” tasawuf yang “merendahkan rasionalitas. Turki modern dibawah kendali Kamal al-Taturk mengharamkan tasawuf. Bahkan Kamal al-Taturk menangkap dan membunuh ulama-ulama sufi. Bagi al-Taturk, tasawuf dan segala bentuk pemujaan kepada orang suci adalah musuh modernitas. Wahhabisme dengan gerakan salafiyah juga menghantam praktek-praktek pemujaan kepada orang-orang suci atau wali. Ketika Arab Saudi dibawah kendali Wahhabiyah, maka hammpir seluruh situs-situs orang-orang suci digusur. Bahkan tempat-tempat bersejarah terkait langsung dengan Nabi Muhammad Shalla Allah ‘alaih wa sallama juga dihancurkan. Tempat lahir Nabi, dll juga dilenyapkan. Satu-satunya yang masih tersisa hanyalah maqam Nabi Shalla Allah ‘alaih wa sallama di Masjid al-Munawwarah, Madinah. Gerakan salafiyah-wahabiyah menggerus semua praktek-praktek pemujaan kepada wali di tempat-tempat manapun mereka “berkuasa”. Saya memiliki pengalaman unik ketika berkunjung ke Darul Hadis, Ma’bar, Yaman bersama dengan delegasi Indonesia untuk evakuasi 150 santri asal Indonesia yang terjebak di Darul Hadis, Sha’dah, Dammaj, pimpinan Syeikh Yahya al-Hajuory. Di Ma’bar, delegasi bertemu dengan Syekh Aby Nasr al-Imam atau lebih popular dengan Syekh al-Imam. Di ma’bar kita disambut oleh 60-an santri dan mahasiswa asal Indonesia. Delegasi diterima di ruang perpustakaan Syekh al-Imam yang tertata rapi, apik dan dipenuhi buku-buku turath. Ada banyak buku dakwah, fiqhi-ushul fiqhi, tafsir dan ‘ulumul Qur’an, hadis-‘ulum al-hadis, sirah al-Nabawiyah, dll. Ketika pembicaraan selesai, di penghujung acara, delegasi meminta Syeikh al-Imam untuk membacakan do’a keberkahan sebagaimana layaknya di Indonesia, ketika kita berkunjung kepada seorang Kyai yang sangat dihormati. Beberapa kali Syeikh al-Imam didaulat untuk membaca do’a penutup, tapi saya melihat beliau “keberatan”. Akhirnya, karena setengah “dipaksa”, beliau bershalawat kepada Nabi shalla Allah ‘alaih wa sallama lalu mengajak hadirin untuk membaca surah al-fatihah. Saya melihat beliau enggan dikultuskan. Dan sangat boleh jadi memang di sana tidak ditradisikan untuk membaca do’a setiap bertemu dengan ulama. Meskipun syekh al-Imam sangat otoritatif dalam bidang teologi Islam yang digelutinya. Syekh al-Imam menulis banyak buku, diantaranya: a. Rawafidh al-Yaman yang memuat sejarah syi’ah di Yaman. b. Ma’rakat al-Hijab yang memuat panduan wanita muslimah dalam memakai hijab (jilbab). Di sini beliau membela pemakaian cadar, dan mengajukan argumentasi bahwa dengan memakai cadar seorang muslimah tidak akan terganggu dalam melaksanakan tugas keseharian yang wajib dilakukannya. Justeru orang yang tidak bercadarlah yang akan banyak menghabiskan waktu untuk “bersolek”. Wanita bercadar sangat praktis dalam menjalankan tugas kesehariannya. c. Dll. Kembali ke judul tulisan ini. Bagi saya, tidaklah tepat kita menuduh dan menimpakan kemerosotan umat kepada satu variable yakni tasawuf. Sebab, bagi pengkaji tasawuf dan peminat serta pendukungnya, justeru dengan memelihara tradisi tasawuf Islam masih bisa tegak sampai sekarang ini. Esoterisme Islam inilah merupakan sesuatu yang sangat mahal sebagai “kekuatan penyeimbang” modernism yang ternyata menyisakan banyak masalah kemanusiaan. Pemanasan global, rasialisme, penjajahan kepada bangsa-bangsa yang lebih lemah, kurangnya penghormatan kepada kemanusiaan sebagai buah modernitas. Pemanasan global terjadi bukan hanya karena keserakahan manusia modern. Tapi lebih dari itu, manusia sekarang tidak memiliki pemahaman dan etika terhadap alam semesta. Mereka mengira ala mini tidak memiliki “roh”. Sehingga mereka dengan seenaknya membabat hutan, menggerus gunung, mengebor laut, dan melakukan eksplorasi yang luar biasa kepada alam. Ini karena manusia modern kurang memahami posisi alam bagi kehidupan mereka. Alam raya kalau “disakiti”, maka suatu waktu nanti, alam kurang atau tidak bersahabat dengan manusia. Itulah sebabnya, sekarang ini seringkali terjadi bencana alam yang sangat dahsyat di luar prediksi manusia modern. Ternyata, dengan kemoderenan tatanan dunia tidak semakin baik. Ada gejala “nestapa manusia modern, meminjam istilah Seyyed Hossein Nasr. Di sinilah posisi penting tasawuf, yakni member makna dan memperkaya serta menyelamatkan kehidupan. Untuk kajian ini, bacaan lebih lanjut S.Hossein Nasr, The Garden of Truth, the Vision and Promise of Sufism, Islam’s Mystical Tradition, 2007. Wa Allah a’lam.

Superioritas Barat

Tahun 2000, kami sedang mengikuti program doktor UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta mengambil mata kuliah Oksodentalisme dibawah bimbingan Prof. Mukti Ali. Beliau menunjuk asisten Dr. Hj. Alef Theria Wasim, M.A. Ada beberapa buku yang menjadi buku bacaan wajib mahasiswa. Di antara yang saya ingat adalah: (a) James G. Carrier, Occidentalism: Images of the West, 1995, (b) Edward Said, Orientalism, dan (c) Hassan Hanafi, Muqaddimah fi ‘Ilm al-Istighrab, 1991. Pada akhir perkuliahan, Prof. Mukti Ali mempersilakan kami untuk memberikan semacam executive summery atau refleksi pemikiran terhadap mata kuliah yang sedang dipelajari. Ada beberapa kawan yang memberikan komentar singkat. Setelah itu, Prof Mukti menutup kuliah dengan pernyataan singkat, “buku ini menggambarkan bahwa orang Timur ( orient) itu adalah bodoh-bodoh”. Kami menjadi kecut mendengar pernyataan singkat Prof Mukti Ali tersebut. Saya sendiri terperangah mendengarnya. Untuk sekian lama kita menekuni dan membaca buku ini baris demi baris, ternyata isinya hanya untuk menggambarkan bahwa orang timur itu bodoh, dan terbelakang. Orang Timur serba tidak bisa untuk memberdayakan dan memajukan bangsa dan dirinya. Mereka harus melibatkan dan mengandalkan orang Barat. Tentu era sekarang sudah sangat berbeda. Kishore Mahbubani menulis yang sebaliknya. Barat sudah tidak bisa lagi seenaknya mendikte timur. Timur sudah kuat. Apa yang dipersepsi sebagai Timur atau negara-negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk sekitar 5,6 M sudah tidak bisa dipandang remeh lagi. Superioritas barat sudah mulai dipertanyakan, dan bahkan melemah. Cina dan India sekarang merupakan “raksasa ekonomi dunia”. Cina sudah berdiri tegak “setara” dengan Amerika Serikat. John & Doris Naisbitt mencatat delapan pilar pemicu kekuatan kemajuan Cina dalam bukunya: China’s Megatrends the 8 Pillars of New Society, 2010. George Soros, sejak tahun 2006 sudah mengingatkan akan tanda-tanda kejatuan Amerika pasca tragedy 11 september. Dan hal itu sebagai pertanda akan kejatuhan dunia (barat). Soros menulis buku dengan judul: The Age of Fallibility the Consequences of the War on terror, 2006. Ia menulis: …if the United states fails to provide the right kind of leadership, our civilization may destroy itself…jika Amerika Serikat jatuh, itu pertanda peradaban dunia ikut hancur… Wa Allah a’lam.

Minggu, 13 Mei 2012

Keunikan Ibn Hazm

Ibnu Hazm al-Andalusi (384 H/994 M-456 H/1064 M) dikenal sebagai pelanjut mazhab Zahiri. Ia adalah seorang filosuf, sastrawan, psikolog, sejarawan, fuqaha’ kelahiran Kordova, spanyol. Ia memiliki sekitar 400-an karya tulis, tapi hanya 90-an yang dapat ditemukan sekarang. Diantara kitabnya yang sangat terkenal adalah: (a) Asma’ al-Shahabat al-Ruwat wa ma li-kull Wahid-in min al-‘Adad; (b) al-Muhalla; (c) al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam; (d) Syarh ahadith al-Muwaththa’; (e) Risalah fi Fadhl al-Andalus; (f) al-Fishal fi al-Milal wa al-ahwa’ wa al-Nihal; (g) al-Imla’ fi Qawa’id al-Fiqh; (h) al-fara’idh; (i) Mukhtashar fi ‘Ilal al-hadith; (j) Mas’alat-un fi al-Ruh; (k) Risalat-un fi al-Thibb al-Nabawy; (l) dll. Ada kitab lain yang cukup unik yakni Thauq al-Hamamah fi al-Ulfah wa al-Ullaf, Kepak Saya Merpati, kisah kasih sepanjang zaman—terjemah bebasnya. Oleh Arthur Arberry diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan judul: The Ring of The Dove: A Treatise on the art and Practice of Arab Love, 1997. Tariq Ali juga menyebut salah satu karya Ibn Hazm mengenai psikologi dalam novelnya The Book of Salahuddin. Karya Ibn Hazm mengenai psikologi dengan judul: Filsafat Watak dan Perilaku. Untuk karya ini saya belum menemukan dalam daftar panjang karya Ibn Hazm. Pokok pikiran dalam buku tersebut dapat diringkaskan bahwa semua manusia berkehendak untuk menghindarkan diri dari seluruh kecemasan. Orang mencari harta yang banyak dan menjadi kaya untuk menghindarkan diri dari penderitaan kemiskinan. Orang mencari ilmu, karena menghindarkan diri dari kecemasan “dihinakan” atau “diabaikan”. Hampir semua perilaku manusia dalam rangka menghindarkan diri dari kecemasan. Ibnu Hazm menulis bahwa setiap manusia menuju pada satu tujuan, yakni hasrat untuk lari dari kecemasan. Ini berlaku bagi orang kaya dan miskin, bagi sultan atau hamba, bagi kaum ulama atau bagi mereka yang tak berpendidikan, bagi perempuan atau para kasim, bagi mereka yang memuja sensualitas dan kenikmatan terlarang atau bagi para pertapa. … Tariq Ali lebih lanjut mengelaborasi Ibn Hazm dengan komentarnya:…mereka yang menginginkan kekayaan hanya untuk menghilangkan rasa taku akan kemiskinan dari hati mereka, yang lainnya mencari kemasyhuran untuk menghindarkan diri dari rasa takut direndahkan, sebagian yang lainnya mencari kenikmatan sensual untuk lari dari rasa sakit pribadi, sebagian lagi mencari pengetahuan untuk keluar dari pengabaian yang tak berguna, yang lainnya senang mendengarkan berita dan percakapan karena ingin mengusir kepedihan atas kesendirian dan keterasingan. Singkatnya, manusia makan, minum, menikah, menonton, bermain, tinggal di bawah naungan atap, berkuda, berjalan, atau tetap diam dengan satu tujuan untuk mengusir segala yang bertolak belakang dengan diri mereka, dan secara umum untuk mengusir segala kecemasan. ( Tariq Ali, The Book of Saladin,London, 1998 telah diterjemahkan oleh anton Kurnia dengan judul: Kitab Salahuddin Sebuah Novel, Serambi, 2006). Wal hasil, Ibn Hazm adalah pemikir unik dan penulis yang mumpuni dalam banyak bidang keahlian. Wa Allah a’lam.

Sabtu, 12 Mei 2012

Tony Blair

Tony Blair adalah mantan Perdana Menteri Inggris yang banyak memengaruhi dunia terutama lewat biografinya dengan judul: Tony Blair A Journey, 2010. Tony Blair terkenal dengan slogannya: Three Burning Issues, yakni the first, education. the second, education. third, education. yang pertama dan paling utama adalah pendidikan. yang kedua adalah pendidikan. dan yang ketiga adalah pendidikan. hal ini menggambarkan betapa pentingnya pendidikan itu. Pendidikan adalah pintu peradaban dunia. Dengan pendidikan, seseorang yang biasa dapat berubah menjadi pribadi dan sosok yang luar biasa. Dengan pendidikan, seseorang dengan latar nelakang rakyat jelata dapat berubah nasibnya menjadi seorang majikan yang dihormati. Dengan pendidikan, seseorang dengan latar belakang keluarga miskin, dapat berubah menjadi seorang kaya yang disegani.Dengan pendidikan, suatu bangsa yang semula tidak diperhitungkan menjadi bangsa yang bermartabat. Dengan pendidikan, hidup ini lebih bermakna. Saya teringat pesan Ibunda K.H. Imam Zarkasyi, salah seorang pendiri Pondok Pesantren Modern Gontor, bahwa engkau bisa kalah dari segi kebendaan,tapi harus menang dari sisi penguasaan ilmu. Dalam tradisi pengajian kitab di pesantren, biasanya seorang santri pemula disuguhi kitab ta'lim al-Muta'allim. Dalam kitab ini diajarkan etika seorang santri dalam mencari ilmu, keutamaan orang yang berilmu, kelebihan ilmu daripada harta benda. Ilmu itu membuat pemiliknya memiliki keutamaan. Ilmu itu ringan, berbeda dengan harta berat, dan tidak bisa dibawa ke mana-mana. Ilmu itu dapat menjaga pemiliknya. Sedang harta kekayaan harus dijaga oleh pemilik harta. Ilmu menyebabkan selamat dunia- dan akhirat. Harta dapat menyebabkan pemiliknya lupa diri dan terjerumus ke lembah kehinaan. Demikian seterusnya. Betapa mulianya orang yang berilmu itu. Semoga kita bagian daripada orang-orang yang berilmu. atau kita termasuk orang-orang yang mencintai orang yang cinta ilmu. Wa Allah a'lam.

Tongkat Mu'awiyah

Pada tahun 20 H, masa pemerintahan Umar ibn al-Khattab, beliau menyampaikan khutbah di mimbar rasulullah shalla Allah ‘alaih wa sallama di Madinah. Beliau mengkhutbahkan kebijakan pemerintahan yang akan dijalaninya. Seketika seorang Arab badui memotong pembicaraannya dengan berkata lantang: wa Allah, lau wajadna fika a’wijajan la-qawwamnahu bi-suyufina. Demi Allah, sekiranya kami menemukan “ketimpangan” dalam pemerintahanmu, maka kami akan meluruskannya dengan pedang. Umar tersenyum bahagia dan berucap: alhamdu li Allah al-lazy ja’ala fi ra’iyyat ‘Umar, man yuqawwimuhu bi-hadd al-saif iza akhtha’a: “Segala puji bagi Allah yang masih menyisakan ada rakyat Umar yang mau meluruskannya jika ia bersalah. Pernyataan Umar di atas mimbar adalah pernyataan yang tulus. Kritik si arab Badui juga merupakan kritik yang tajam tapi disertai dengan ketulusan. Sikap Umar adalah melambangkan keadilan tapi tegas ( al-‘adl al-basim). Pada tahun 45 H, menurut penuturan Ibn ‘Aun berdasarkan catatan Jalaluddin al-Suyuthy dalam Tarikh al-Khulafa’, h. 195 bahwa suatu hari seseorang melancarkan kritik kepada Mu’awiyah ibn Abi Sofyan. Wa Allah, la-tastaqimannaka bina ya Mu’awiyah, aw lanuqawwimannaka! Fa-yaqulu: bi-maza? Fa-yaqulu: bi al-khasybi. Fa-yaqulu: izan nastaqimu. Demi Allah, apakah Anda betul-betul akan berlaku adil dan lurus kepada kami? Atau kamilah yang akan meluruskanmu! Mu’awiyah menanggapinya: dengan apa engkau meluruskanku! Dengan kayu!, kata sang pengkritik. Jawab Mu’awiyah: kalau demikian, lebih baik kita sama-sama meluruskan diri. Pernyataan Mu’awiyah dan jawaban pengkritiknya seakan-akan “dipenuhi” dengan permainan kata-kata. Dari persoalan substansial menjadi sesuatu yang kelakar. Sebab, bagaimana mungkin seseorang dapat meluruskan kebijakan pemerintahan dengan tongkat? Ini pernyataan yang tidak lazim. Respons Mu’awiyah dengan pernyataannya: bi-maza? Dengan apa engkau akan meluruskanku, juga menyimbolkan seorang khalifah yang sangat tinggi hati atau percaya diri? Model pemerintahan Umar dengan gaya Mu’awiyah sangat berbeda. Padahal, jarak pemerintahan keduanya hanyalah berselang 25 tahun. Suatu jarak yang masih sangat singkat. (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Dr Faragh Faudah, al-Haqiqah al-Ghaibah, 1988, h. 75-dst) Wa Allah a’lam.

Kuasa Jawa

Prof Franz Magnis-Suseno menulis buku dengan judul: Etika Jawa Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa, 1984. Buku ini menurut sebagian penjual buku loakan di Taman Mini Indonesia Indah sebagai "buku langka". Mereka memasang tarif untuk buku Franz Magnis ini seharga Rp. 150.000,-. Sewaktu saya menemukan buku ini di TMII, saya mengurungkan niat untuk membelinya karena harganya yang tidak wajar. Suatu waktu ketika berkunjung ke Bandung, saya menyempatkan diri untuk belanja buku murah di Palasari. Saya bersyukur karena mendapatkan buku Franz Magnis dengan harga miring, yakni Rp. 20.000,-. Ada banyak hal yang menarik dalam buku Franz Magnis tadi. Salah satunya adalah kuasa Jawa. Dalam sejarah kerajaan di Jawa,para raja dikisahkan haruslah orang yang memiliki budi dan tutur kata yang halus. Para Raja biasanya bertutur dengan kromo inggil, bahasa Jawa halus. Disamping itu, raja juga harus memiliki kesaktian. Sebab, dengan kesaktian yang dimilikinya, ia dapat melindungi masyarakat dan rakyatnya, baik gangguan dari luar maupun bencana alam. Itulah sebabnya, dalam tradisi Jawa, kalau suatu ketika dalam suatu pemerintahan ditemukan banyak bencana, maka hal itu sebagai suatu pertanda akan "melemahnya" kesaktian sang raja. Dalam kondisi galau, biasanya sang ratu adil yang dinantikan. Dalam ilmu kalam dikenal Imam al-Mahdi al-Muntazhar. Seorang pemimpin yang memberi petunjuk ke jalan yang benar yang merupakan dambaan umat. Sang Imam diyakini dapat mengeluarkan umat dari derita yang sedang dialaminya. Sang Imam diyakini memiliki pengetahuan yang dapat menerawang masa depan. Sang Imam diyakini sebagai seorang yang memiliki kesaktian dan ilmu yang tinggi. Ada banyak riwayat yang mendukung teori ratu adil ini. Meskipun oleh banyak kalangan dipertanyakan keabsahan dan kesahihannya. Bagaiman dengan era modern sekarang ini? Apakah dengan banyaknya bencana, pesawat jatuh, kereta api dan mobil tabrakan, panen yang tidak merata, munculnya hama, merupakan pertanda bahwa sang penguasa sudah "tuna=kuasa"? Wa Allah a'lam.

Jumat, 11 Mei 2012

George Soros

George Soros dikenal sebagai raksasa investor dunia. Ia adalah lahir pada tahun 1930 di Hungaria dengan nama Gyorgy Schwartz. Ia hijrah ke amerika tahun 1956. Tahun 1979 ia mendirikan Open Society Institute. Ia seorang Yahudi. Namanya mencuat ketika krisis moneter di Asia Tenggara terutama krisis moneter di Indonesia tahun 1997 dan ditandai dengan kejatuhan orde baru. Soros telah menulis banyak buku agar dunia dapat memahami jalan pikir dan cara dia mendapatkan uang. Buku-buku Soros antara lain: 1). Alchemy of Finance, 1987; 2). The Crisis of Global Capitalism, 1997; 3). On Globalization, 2000. Buku-buku tentang dia yang ditulis oleh orang lain, seperti: 1). Robert Slater dengan judul Soros:The Life, Times & Trading Secrets of The World's Greatest Investor, 2009, 2). Chuck Sudetic, The Philanthropy of George Soros Building Open societies, 2011. Geroge Soros sangat kental dengan filsafat Karl R. Popper yang mempopulerkan "open society" dan teori falsifikasinya. Teori falsifikasi mengandung pemikiran bahwa sesuatu dianggap benar setelah melalui pengujian dan telah dapat dibuktikan yang sebaliknya. Suatu teori illmiah sekalipun harus diuji terus-menerus. Sedang open society adalah teori yang mengusung akan adanya masyarakat yang sangat terbuka. Bahkan karena keyakinannya ini, Soros mendirikan Open Society Foundations. This brings me to my top priority for the Open Society Foundations: What can we preserve and reinforce open society? I believe that open society is endangered worldwide. Of course, open society is always endangered and people must constantly reaffirm their commitment to the idea for open society to endure; what I fear is that we are closer to failing the test than on previous occasions. Untuk Open sosiety ia menulis buku khusus dengan judul: Open Society Reforming Global Capitalism, 2000. Soros adalah sosok kontroversi. Ia seorang yang layaknya seorang filsuf. Ia membangun kerajaan bisnisnya dengan landasan filosofis yang dalam. Ia tidak sekedar mencari dan menggerakkan mesin uang. ketika krisis moneter, Soros dikenal sosok yang kontroversial. ia dikenal sebagai sosok kapitalis. Sekarang, dengan buku terbarunya: The Philanthropy of George Soros Building open societies, 2011, sekan Soros sedang melakukan pertobatan. Apa ia sedang membangun image sebagai to be a good capitalism? Seorang kapitalis yang baik hati? Wa Allah a'lam.

Intuisi

Laura Day mendeskripsikan pengalaman intuisinya dalam buku yang ditulisnya dengan judul: Practical Intuition: How to harmes the Power of Your Instinct and Make it Work for You, 1997. Buku ini juga memuat panduan bagi siapa saj yang ingin dan tertarik untuk mengasa intuisinya. Intuisi ternyata bukanlha sesuatu yang bersifat mistik. Intuisi pada mulanya dianggap sesuatu yang tidak ilmiyah, sulit dibuktikan dengan penalaran logik. Intuisi selama ini belum mendapatkan perhatian sebagai sesuatu potensi luar biasa yang dimiliki oleh setiap orang. Inilah arti penting buku ini. Laura berusaha meyakinkan kita bahwa intuisi dapat dipelajari. Intuisi dapat dilatih. Ketajaman intuisi seseorang dapat dilatih dalam kehidupan kesehariannya. Intuisi adalah sesuatu yang realistis. Intuisi bukanlah sesuatu yang adi-kodrati yang hanya orang-orang tertentu yang dapat memilikinya. Laura mencontohkan George Soros, sang raja investor dunia; the world greatest investor--demikian Robert Slater menjulukinya--kalau memutuskan membeli saham sering kali menggunakan intuisinya. Kalau sebelum memutuskan keputusan bisnis, punggungnya sakit, maka itu pertanda kurang baik untuk meneruskan bisnis yang sedang digelutinya. tanda-tanda uang ada pada pundak atau bahu kirinya. Tentu hal yang sama juga terjadi pada pebisnis dan CEO lainnya. Keputusan bisnis tidak selalu memamakai kalkulasi dan analisis penalaran atau hasil pemikiran logik. Ini berarti apa yang bersifat intuitif, bukanlah sesuatu yang tidak ilmiyah atau sesuatu yang tidak bisa disejajarkan dengan sesuatu yang masuk akal. Siapapun kita, memang perlu bertanya kepada nurani. Sabda Nabi: ketika mengambil suatu keputusan, tanyalah hati dan nuranimu. Ini menjadi penting artinya dalam kehidupan di era informasi sekarang ini. Seseorang terkadang sulit memutuskan sesuatu karena melimpahnya informasi yang diterimanya. Internet telah menyiapkan segudang informasi. Media cetak dan elektronik juga demikian halnya. Hand Phone dengan berbagai jenisnya juga menyiapkan informasi yang sangat beraneka ragam. Informasi yang berseliweran ini membuat kita sulit untuk fokus. jadi, pada saatnyalah kita melatih intuisi kita. Bukankah intuisi itu adalah kompas kehidupan? Wa Allah a'lam.

Kamis, 10 Mei 2012

Revolusi Google

Janet Lowe menulis buku dengan judul: Google Speaks Secret of the World’s Greatest, 2009. Buku ini mengungkap rahasisa sukses pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page. Google seperti diketahui selama ini sebagai “raksasa” dunia maya. Google adalah perusahaan yang “luar biasa kuat” dengan jari-tangan di setiap industri. Google sedang membuat kecerdasan buatan yang diproyeksikan seperti “pikiran Tuhan”. Google AI , kecerdasan buatan akan menjawab pertanyaan sesuai dengan yang dibutuhkan. Pad bagian akhir buku tersebut ada pokok bahasan mengenai cirri-ciri orang yang mengubah dunia, seperti Bill Gates, Oprah Winfrey, Larry Page, dll. Mereka rata-rata memiliki kepercayaan diri yang tinggi; memiliki rasa ingin tahu yang tinggi; percaya pada intuisi; melihat masa depan; asyik dengan imajinasi; mereka berpikir besar; mereka berani dan terkadang kasar atau sopan-santun. Sikap positif membuat mereka maju, jauh ke depan. Ada hal yang sangat mengejutkan, ternyata Google dapat meng-updating ilmu, informasi per-tujuh hari. Ini betul-betul sebagai revolusi informasi. Mari kita simak pengakuan John Gaeta—penyelia efek visual dalam trilogy film The Matrix: Dalam tujuh hari terakhir, Google telah mengubah dan menambha persepsi saya mengenai tulip, pengendalian pikiran, sepatu datar dari Jepang, dictator Afrika yang kejam, kertas dinding tiga dimensi yang amat tajam, masakan olahan ayam yang pedas, bak mandi air panas yang bertegel, skema pengolahan gambar biologis, kesehatan anjing Chihuahua, dan banyak lagi topic-topik penting lainnya. Berkat Google, saya bukan lagi diri saya tujuh hari yang lalu. Wa Allah a’lam.

Selasa, 08 Mei 2012

Sejarah Uang

Money A History. Sejarah Uang. Itulah judul buku yang ditulis oleh Catherine Eagleton and Jonathan Williams, 1997. Buku ini secara umum membahas sejarah uang dari sejarah panjang dunja moneter. Ada satu judul khusus membahas sejarah uang di dunia Islam, pada bab the Islamic Land. Ada juga pembahasan mengenai posisi agama dan kekuatan uang, religion and the power of money. Posisi Islam adalah membawa ajaran agama (tauhid) sekaligus membangun sistem politik yang baru. Dalam Q.S 104, ayat 1-3 bagaimana Islam awal mengendalikan kecintaan terhadap harta bagi orang orang arab kafir Quraisy. Mereka sibuk mengumpulkan harta karena mereka mengira bahwa dengan dengan tumpukan harta yang dimilikinya akan melanggengkan hidup dan kekuasaannya. QS mengingatkan bahwa harta kekayaan dan putera putera adalah hiasan kehidupan dunia. Tapi perbuatan yang kekal lagi saleh, pada Allah lebih baik pahalanya dan lebih baik sebagai dasar harapan, QS al.Kahfi ayat 46. Terjemahan dikutip dari al.Quran al.Karim, Bacaan Mulia, H..B Jassin. Sampai sampai Nabi bersabda, Uang dapat menghempaskan umatku dalam fitnah. Money puts my community to the test, ahmad ibn Hanbal, Musnad, jilid 4, h. 16o. Itulah sebabnya, Islam mengatur kepemilikan harta dan melarang monopoli. Ada regulasi mengenai zakat, infaq dan sedekah.

Senin, 07 Mei 2012

Ulama-Umara-Aghniya'

Seburuk-buruk ulama (syiraru al-‘ulama’) adalah yang mendatangi pintu istana-penguasa. Dan sebaik-baik penguasa adalah yang mendatangi ulama. Demikian sabda Nabi shalla Allah ‘alaih wa sallama yang dikutip oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din-nya. Ulama mestinya sebagai benteng umat dan pecinta dan pemelihara ilmu. Seorang ulama seharusnya tetap memelihara marwah dan mempertahankan independensinya. Seorang ulama harus merdeka dan “membebaskan” diri dari motivasi “memperkaya “ diri. Seorang ulama kalaupun “terpaksa” mendatangi umara atau penguasa, ia tetap sebagai “tuan rumah”, bukan sebagai tamu. Dialah yang memiliki otoritas. Dialah yang mengendalikan pembicaraan. Bukan sebaliknya. Ulama tidak boleh ”menghamba” kepada kekuasaan. Ulama tidak boleh “memuji-muji” penguasa hanya karena ingin mendapatkan kedudukan atau sesuatu hadiah dari penguasa. Demikian Jalaluddin Rumi, dalam kitabnya: Fihi Ma Fihi yang disunting oleh Prof. Badi’uzzaman Furuzanfar, 1952 M. Mungkin fenomena ulama yang sangat gampang “menghamba” kepada kekuasaan sehingga Imam al-Ghazali dengan lantang menyebut mereka itu sebagai “ulama’ al-su’, ulama yang berperangai buruk. Saya pernah mendapatkan cerita yang menarik dari Prof Imam Suprayogo bahwa di Malang Jawa Timur ada seorang ulama yang dapat “menyatukan” antara ulama, umara dan aghniya (orang kaya pemilik modal). Ulama tersebut memiliki pesantren. Dan pesantrennya memiliki ciri khusus yakni dapat mengentaskan kemiskinan masyarakat sekitarnya. Ulama di Malang ini membentuk sebuah organisasi yang mereka sebut “MUUAG”. MUUAG adalah akronim dari Musyawarah Antara Ulama, Umara dan Aghniya’. Musyawarah antara Kyai, pemerintah dan pemilik modal. Ini lebih akomodatif, dan saling bersinergi. Tidak kooptasi. Siapa memanfaatkan siapa. Tapi tiga komponen ini saling mengambil manfaat sesuai dengan bidang dan kompetensi masing-masing. Menarik kan? Wa Allah a’lam.

Minggu, 06 Mei 2012

Syeikh al.Junaid al. Baghdady

Syeikh Junaid al.Baghdady, sufi abad ketiga hijriyah atau 9 Masehi. Tanggal lahirnya belum diketahui. Tahun wafatnya tahun 296, 297, atau 298 H. Syeikh Junaid adalah maha guru sufi. Para sufi sesudahnya banyak mengutip pandangan pandangan tasawufnya. Pada awalnyq, syeikh Junaid lebih tertarik kepada ilmu Quran dan ilmu hadis. Lalu beliau tertarik kepada tasawuf. Ia terkenal sebagai pedagang kaya raya di Baghdad. Akan tetapi beliau pada malam harinya tetap menjalankan rutinitas memimpin majlis ilmu di masjid Baghdad. Beliau sangat konsern untuk mengembangkan tasawuf. Hingga suatu saat ia difitnah oleh orang orang dekat dengan kekuasaan.sang khalifah percaya terhadap laporan tersebut, sehingga ia mengutu wanita cantik untuk menggoda syeikh Junaid dalam khalwatnya. Ketika si wanita tersebut menggoda Syeikh Junaid, beliau tidak bergeming.Dalam satu riwayat, wanita tersebut sampai melepaskan pakaian di depan syeikh Junaid yang sedang melafazkan kalimah la ilah illa Llah. Begitu khusyuknya syeikh Junaid, beliau tidak peduli dengan berbagai macam godaan sang wanita cantik tadi. Sampai, syeikh Junaid menghentakkan sekali nafas seraya mengucapkan la ilah illa Allah, dan mengenai wajah wanita tersebut. Dan wanita itu pun menemui ajalnya. Ini salah satu karamah Syeikh Junaid al.baghdady.

Sabtu, 05 Mei 2012

ISID Gontor

Institut Studi Islam Darussalam Gontor adalah perguruan tinggi Islam yang baru berdiri tapi dengan gesit berkemas memas dan berbenah diri untuk melaju cepat. ISID membenahi sumber daya para dosennya dengan merekrut jebolan al.azhar, alumni timur tengah atau alumni gontkr sendiri yang pernah studi di barat. ISID juga melengkapi koleksi perpustakaan dengan sejumlah koleksi langka yang termasuk buku yang jarang ditemukan di pasaran. Seperti karya Dr. Ali Hassan Abdel.Kader, dekan fakultas theology Universitas Al. Azhar, Kairo, tahun 1976 yang berjudul the life, personality and writings of al.Junaid,karya Khalid ibn Uthman al.sabt, al.'azb al,Namir min Majalis al.Syanqithy fi al.tafsir. Pada Muqaddimah kitabbnya bahwa siapa yang membaca dan mendalami al.Quran, maka hidupnya akan dihiasi kebaikan dan keberkahan. Hal ini sesuai dengan spirit Qs. Al. An'am ayat 92. Bahwa al.Quran diturunkan untuk membawa keberkahan hidul manusja. ISID juga mengoleksi buku Kasyful Mahjub al.Hujwiry yang diedit oleh Reynold Nicholson. Kitab ini merupakan bacaan wajib bagi siapa saja yang ingin mengkaji tasawuf. Ada lagi biku Tarjuman al.ashwaq karya Ibn Araby yang diedit oleh R.A Nicholson juga.

Wisata Batu

Wisata Batu, Kota Malang sangatlah eksotik. Ada banyak hotel, wisma, dan tempat tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Ada Selecta Hotel yang merupakan tempat menginap yang pas bagi keluarga yang hendak menikmati liburan. Di sana sudah disiapkan villa villa untuk satu keluarga. Dan bahkan dilengkapi dengan kamar khusus untuk driver.Ada ruang dapur bahi yang ingkn memasak sesuai dengan selera. Ada taman hiburan untuk anak-anak. Ada kolam renang. Ada pemandangan gunung nan asri. Udara kota Batu yang masih segar. Ada embun pagi. Kota Batu Malang memang menyimpan kenangan

Pesona Gontor

Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo sejak berdirinya tahun 1960.an sudah berkembang sangat pesat. Menurut Kyai Syamsul, Gontor dan sejumlah cabangnya di ponorogo sendiri, surakarta, mantingan untuk pondok puteri, padang, Poso, Kendari, banyuangi,santrinya sudah mendekati angka 2o ribuan. Kalau digabungkan dengan pondok pesantren yang didirikan oleh para alumni Gontor yang jumlah lebih 2ooan tentu lebih banyak lagi. Hal cukup menggembirakan karena dengan pondok Darussalam gontor akan lebih banyak lagi tunas bangsa yang lahir dari rahim pondok modern ini. Yang memiliki ciri khusus, ketulusan dalam beramal, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kemerdekaan dalam berfikir. Kualitas ini ada branding bagi pondok Modern Darussalam Gontor.

Rabu, 02 Mei 2012

Perjalanan Hidupku

CURICULUM VITAE N a m a : Dr. Muhammad Zain Karier : sejak tanggal 22 Pebruari 2011-sekarang sebagai Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI. Tahun 2007-januari 2011 sebagai Kepala Sub Direktorat Ketenagaan, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI; Tahun 2006 s.d. 2007 sebagai Kepala Seksi Pengembangan Tenaga Akademik, pada subdit yang sama; Tahun 2005 s.d. 2006 di Departemen Agama RI mendapat amanah sebagai Kepala Seksi Perencanaan Formasi, Subdit Ketenagaan, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Ditjen Pendidikan Islam; Tahun 2005- sekarang masih tercatat sebagai Dosen Fakultas Agama dan Filsafat /Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah Jakarta. Tahun 2000- sampai bulan juli tahun 2005, berkiprah sebagai dosen pada Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin Makassar. Tempat, tgl lahir : Tumpiling, Polewali Mandar, 14 September 1972 Alamat : Perumahan Ditjen Kelembagaan Agama Islam, Depag RI, Blok E-4, No. 27, Bojong Gede, Cibinong, Bogor. Hp. 081280015175; E-mail: afikrizain@yahoo.com; blog: www. afikrizain.blogspot.com Orang Tua : Ayah, Djapareng. Ibu, Sariah Isteri :Asriaty, M.Ag ( Dosen Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah Jakarta, DPK PTIQ Jakarta). Anak : Asyraf Fikri Yathier ( 10 tahun) Athique Qodri Fauzi ( 7 tahun) Riwayat Pendidikan: 1. Tamat SDN 031 Tumpiling tahun 1984. 2. Tamat Mts Bonde Campalagian tahun 1987. 3. Tamat MAN Pol-Mas pada tahun 1991. Selama belajar di Campalagian, ia juga sempat “Mangngaji tudang” (sorogan) dengan beberapa ulama setempat (K.H. Muhammad Zein ( almarhum), K.H. Muhammad Nur ( almarhum), K.H. Abdul Latief Busyra, pimpinan Pondok Pesantren As-Salafy, Parappe, Campalagian, dll. 4. Selanjutnya, ia melanjutkan studi S-1 pada Fakultas Ushuluddin, jurusan Tafsir Hadis IAIN (UIN) Alauddin Makassar dan selesai pada tahun 1996 dengan predikat Cumlaude. 5. Selesai pendidikan Magister pada tahun 1999 pada Program Pascasarjana IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. 6. Tanggal 27-07-2007 telah mempertahankan disertasi pada ujian terbuka /promosi doktor pada Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan yudisium CUMLAUDE. 7. Tahun 2004, berkesempatan mengunjungi beberapa perpustakaan di Mesir ( Universitas Al-Azhar, Kairo) dan Universitas Iskandariyah untuk kepentingan penulisan disertasi pada Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 8. Tahun 2007 berkesempatan untuk mengunjungi Mesir, Prancis dan Maroko. 9. Tahun 2009 ke Belanda dan Belgia untuk Monev Shortcourse dosen PTAI. Selain itu, ia mendampingi Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Mohammad Ali pada pertemuan khusus dengan Prof. Dr. Cornelis van Dijk ( ahli Darul Islam Islam dan penulis Kahar Muzakkar), Prof. Dr Nico Kaptein ( penulis Maulid Nabi Saw dan ahli Islam Indonesia), dan pejabat pada Universitas Leiden, Belanda. 10. Pada tanggal 16 s.d 26 Desember 2011 ke Shana’a, Yaman bersama Tim delegasi Indonesia untuk evakuasi 150 santri, pelajar dan mahasiswa asal Indonesia yang sedang studi di Ma’had Darul Hadis, al-Salafy, Dammaj Sha’dah, Yaman pimpinan Syekh Yahya al-Hajury. Karya-karya : 1. Ia sedang mempersiapkan penerbitan buku dengan judul: Dekonstruksi Sakralitas Sahabat Nabi, Tinjauan Sosio-antropologis, 2010. 2. Sebagai penulis buku: Membangun Keluarga Humanis (Jakarta: 2004). 3. Sebagai editor buku karya Prof. Dr. H. A. Qodri Azizy; (a) Reformasi Bermazhab (Mizan/Teraju, 2004); (b) Hukum Nasional: Eklektisisme antara Hukum Islam dan Hukum Umum (Mizan/ Teraju, 2005), (c) Membangun Integritas Bangsa (Jakarta: Renaisan, 2005). 4. Sebagai editor buku Prof. Dr. K.H. Sahabuddin yang berjudul: (a) Nur Muhammad: Telaah sufistik Pemikiran Syekh Yusuf al-Nabhani (Jakarta: Logos, 2004), dan (b) Menyibak Tabir Nur Muhammad (Jakarta: Renaisan, 2005). 5. Sebagai editor buku karya Prof. Dr. H. Sattu Alang, M.A yang berjudul: Etika Seksual dalam Lontara’ Assikalabbineng (Makassar, 2005). 6. Sebagai editor buku karya Prof. Dr. H. Masykuri Abdillah, et.al, dengan judul: Formalisasi Syari’ah (Jakarta: Renaisan, 2005). 7. Sebagai editor buku Dr. Arifuddin Ahmad, M.Ag dengan judul: Membangun Paradigma Baru Kajian Hadis: telaah atas Pemikiran Prof. Dr. H.M. Syuhudi Ismail, (Jakarta: Renaisan, 2005). 8. Sebagai editor karya Ach. Muqaddam dengan judul: Filsafat Ketuhanan Syekh Husain al-Thaba’thaba’i (Mizan/ Teraju, 2005).

Selasa, 01 Mei 2012

Do'a Hardiknas

Bismillahirrahmanirrahim Assalamualiakum wr. wb Alhamdulillahi rabbil ‘alamin Wa bihi nasta’inu ‘ala umur al-dunya wa al-din Wa al-shalat wa al-salamu ‘ala asyraf al-mursalin Sayyidina Muhammadin, wa ‘ala alih wa shahbih ajma’in Wa ba’du! Marilah kita menundukkan kepala, menengadahkan tangan, merendahkan diri seraya bermunajah kepada Allah Swt sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Ya Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang! Pada hari ini, Kami Keluarga Besar Kementerian Agama RI berkumpul untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2012. Curahkanlah rahmat-Mu, tunjukilah kami ke jalan yang lempang. Ya Allah, ya Tuhan kami! Anugerahilah kami kemampuan untuk mencontoh teladan para pahlawan dan tokoh pendidikan dalam mencerdaskan bangsa, membangun pendidikan berkarakter agar bangsa kami menjadi cerdas, kuat dan mandiri serta berakhlakul karimah. Ya Allah, ya Tuhan Kami, Peradaban dibangun sebermula dari perbaikan pendidikan Negara maju ditandai dengan kemajuan bidang pendidikan Bangsa bermartabat juga berkat pendidikan Ya Allah, anugerahilah kami kecintaan kepada ilmu pengetahuan. Kecintaan kepada para ulama. Sebab, bukankah pena ulama lebih mulia dari darah syuhada? Anugerahilah kami kekuatan untuk mengantarkan generasi emas menjadi generasi berkarakter, hidup mulia dan bermartabat. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Tahu Ilhamilah kami ketajaman nubuwwah para anbiya’, shiddiqin, para auliya’. Agar kami dapat melihat yang haq sebagai suatu kebenaran yang harus ditegakkan. Agar kami dapat melihat yang bathil sebagai suatu yang salah, sehingga kami dapat menjauhinya. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Jenius Berilah kami kejeniusan, Agar kami dapat menyingkap rahasia alam raya. Agar kami dapat meneropong dan menciptakan masa depan. Agar kami dapat mengelola dan memelihara bumi-MU menjadi baldatun thayyibatun Wa rabbun ghafur. Negeri yang indah dalam pengampunan-MU. Ya Allah, Ya ‘Alim, Perkayalah kami dengan ilmu, hiasilah kami dengan kelapangan dada, muliakanlah kami dengan taqwa, Wahai Zat yang Maha Tahu tanpa diberi tahu, Ajarkanlah kepada kami apa yang bermanfaat bagi kami, Dan anugerahilah kami kemampuan untuk memanfaatkannya. Maha Suci Engkau ya Allah, tiada ilmu yang kami raih kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami, Sesungguhnya Engkau Maha Bijaksana. Ya Allah, Zat Pemberi Petunjuk Bimbinglah kami dengan petunjuk-Mu Antarlah kami menuju “pintu gerbang” makrifat-Mu Tunjukilah kami jalan lurus dan lapang Ilhamilah kami kemampuan menempuh jalan yang benar, Mengelola persoalan dengan tepat, Luruskan, jika kami menyimpang. Sambutlah tangan kami, jika kami tergelincir. Rabbana atina fil-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘azab al-nar. Wa Shalla Allah ‘ala Sayyidina Muhammad-in. wal-hamdulillah rabbil ‘alamin. Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

Gebrakan Dahlan Iskan

Dahlan Iskan adalah sosok menteri yang nyeleneh, keluar dari pakem. Ia banyak membuat gebrakan sedari dulu. Banyak orang yang memuji, tapi tidak sedikit yang mencibir, dan bahkan sinis. bahkan belakangan ada anggota DPR "yang memperkarakannya". Sampai-sampai wacana menggunakan hak interpelasi anggota dewan yang terhormat "menyeruak". Padahal, biasanya hak interpelasi itu ditujukan kepada presiden. Apakah ini tidak salah alamat? Entahlah. Keputusan-keputusan pak Dahlan penuh kejutan. Menghentak. Ada banyak kehebohan terutama rencana penjualan saham garuda ke pihak asing. Menteri ini dituduh berpihak kepada asing, sementara pengusaha pribumi juga "maju-mundur" untuk membeli saham garuda yang cenderung anjlok. Dalam bisnis itu mudah. Ada pameo: jadilah jutawan lebih dulu. Jadilah miliarder lebih dulu. lalu belilah perusahaan penerbangan. Anda akan segera menjadi jutawan. Pasti merugi dengan perusahaan penerbangan. Orang hebat akan terlihat hebat setelah menjalani ujian dalam hidup. Orang hebat harus melebihi jabatan yang dipangkunya. Orang Surabaya bergurau: soto yang paling enak kalau dicampur dengan rawon yang paling enak. jadinya kacau. belum tentu orang yang hebat dalam satu tim yang tidak kompak akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Wa Allah a'lam.

Do'a Cinta

Allahumma inni as’aluka hubbaka. Wa hubba man yuhibbuka wa hubba ‘amala yuqarribuni ila hubbika. Allahumma ma razaqtani mimma uhibbu, faaj’alhu quwwat-an ly fima tuhibbu. Wa ma zawaita ‘anni mimma uhibbu fa aj’alhu firaghan ly fima tuhibbu. Allahumma aj’al hubbaka uhibbu ilayya min ahli wa mali, wa min al-ma’I al-barid ‘ala al-dzama’i. Allahumma habbibny ilaika wa ila mala’ikatika wa anbiya’ika wa rusulika wa ‘ibadaka al-shalihin. Allahumma ahyi qalby bi-hubbika, wa aj’alni laka kama tuhibbu. Allahumma ij’alni uhibbuka bi-qalby kullihi, wa ardhika bi-jahdy kullihi. Allahumma ij’al hubby kullihi laka, wa sa’yi kullihi fi mardhatika. (Ahmad Timur Basya, al-Hubbu wa al-Jamal ‘ind al-‘Arab, Kairo, maktabah al-Iman).